Kesehatan

E-Cigarettes Picu Risiko Serangan Jantung dan Stroke

NUSANTARANEWS.CO ­– E-Cigaretes atau rokok elektrik atau dikenal juga dengan istilah vaping saat ini seolah menjadi primadona para perokok. Vaping menjadi semakin populer pada kalangan yang mencoba menghentikan kebiasaan merokok. Banyak orang yang menganggap vaping dapat menjadi alternatif yang sehat dibandingkan rokok tembakau biasa.

Namun menurut sebuah penelitian baru, vaping meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke jika mengandung nikotin.

Periset dari Institute Karolinska, sebuah universitas kedokteran di Stockholm, menemukan bahwa perangkat vaping mengandung nikotin dapat menyebabkan kaku pada arteri serta peningkatan denyut jantung dan tekanan darah.

Industri vaping sendiri saat ini semakin berkembang hampir di seluruh dunia. Di Inggris industri ini bernilai sekitar 1 milliar poundsterling.

Baca juga: Vaping Picu Perdebatan dan Perselisihan di Kalangan Ahli Kesehatan

Dalam sebuah penelitian, seperti dikutip The Independent, para peneliti melibatkan sebanyak 15 orang sehat yang sebelumnya tidak pernah merokok untuk mengikuti studi mereka. Setelah menjalani serangkaian tes mereka menemukan bahwa 30 menit setelah vaping para peserta mengalami peningkatan  tekanan darah, detak jantung dan kekuatan arteri yang signifikan.

Baca Juga:  DPRD Sumenep Minta Pemkab Maksimalkan Pencegahan PMK

Efek samping ini tidak dialami oleh orang yang sebelumnya adalah perokok meskipun mereka yang merokok tanpa nikotin  sekalipun.

Menurut Dr. Magnus Lundback yang merupakan peneliti utama dalam penelitian ini, penggunaan rokok elektrik telah mengalami peningkatan yang dramatis belakangan ini. Ini disebabkan oleh promosi yang dilakukan perusahaan pembuatnya, yang mana kemudian masyarakan menganggap bahwa produk ini tidak memiliki resiko sama sekali.

Iklan-iklan yang digencarkan selama ini memang mengarahkan vaping sebagai alternatif bagi para perokok tembakau untuk membantu mereka behenti merokok. Namun, Lundback dan timnya meyakini bahwa rokok elekrik yang mengandung nikotin memiliki risiko yang signifikan terhadap timbulnya penyakit jantung dan stroke sebagaimana rokok tembakau pada umumnya, hanya saja mungkin dalam tingkat yang berbeda. Karena penggunaan yang konsisten juga membuat efek yang permanen.

“Rokok elektrik (vaping) dipastikan memiliki beberapa efek kesehatan dan sangat penting bagi non perokok tidak mulai menggunakannya secara keliru karena menganggapnya tidak berbahaya,” ungkap Lundback.

Baca Juga:  Kemendagri Dukung Penuh Transformasi di Bidang Kesehatan

(Penulis: Riskiana)

Related Posts

1 of 279