Connect with us

Rubrika

Dulu Anti Islam, Kini Muallaf, Kisah Religius Politisi Belanda

Published

on

Mantan Politisi Sayap Kanan Belanda Joram van Klaveren (Foto by Rd.nl)

Mantan Politisi Sayap Kanan Belanda Joram van Klaveren (Foto by Rd.nl)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kabar politisi Belanda, Joram van Klaveren memeluk agama Islam menghebohkan negeri Kincir Angin. Pasalnya, Joram van Klaveren sendiri awalnya adalah seorang politisi dari partai PPV Geert Wilders atau Partai Kebebasan Wilders, yang merupakan partai sayap kanan Belanda yang getol menentang Islam.

Namun beberapa waktu lalu, dirinya secara terang terangan mengaku menjadi muallaf. Mantan anggota parlemen Belanda itu berkisah bahwa dirinya dulu pernah menuding Islam sebagai agama kebohongan dan al-Qur’an adalah racun.

Baca Juga:
Eropa Berbondong-Bondong Masuk Islam
Muslim Eropa Meningkat, Jaya Suprana: Itu Hanya Perubahan Peta Demografik

Bahkan saat masih aktif di Partai Kebebasan Wilders, ia paling lantang mengkampanyekan untuk menentang Islam di Belanda. Menurut harian Algemeen Dagblad (AD), sebagaimana dilansir dari Dw.com, menjelaskan, “garis keras memohon untuk melarang burqa dan minaret, dengan mengatakan ‘kami tidak ingin ada Islam, atau setidaknya sesedikit mungkin di Belanda.'”

Namun, van Klaveren yang berusia 40 tahun mengatakan bahwa ia telah mengubah pikirannya saat menulis buku anti-Islam. Pada Selasa (5/2) lalu, dirinya mengatakan kepada NRC Handelsblad, bahwa isi bukunya justru menjadi bantahan atas keberatan yang dimiliki non-Muslim terhadap agama Islam.

Dalam wawancara dengan Tijs van den Brink di NPO Radio 1, van Klaveren menjelaskan perubahan hatinya.

“Jika Anda percaya bahwa ada satu Tuhan dan bahwa Muhammad adalah salah satu nabi, selain Yesus dan Musa, maka Anda secara resmi adalah seorang Muslim,” kata van Klaveren.

Dalam wawancara tersebut, NRC menambahkan bahwa van Klaveren resmi memeluk agama Islam pada 26 Oktober 2018 lalu. Dimana menjelang rilis bukunya yang berjudul Murtad: Dari Kristen ke Islam di Masa Teror Sekuler.

Editor: Alya Karen

Baca Juga:  Ekonom Konstitusi: Perilaku Tak Beretika DPR Terulang Atas Mitranya, BUMN dan Pemerintah

Loading...

Terpopuler