Connect with us

Politik

Dukungan Gus Durian dan Kiai Kampung Dinilai Kunci Kemenangan Jokowi di Jatim

Published

on

Dukungan Gus Durian dan Kiai Kampung Dinilai Kunci Kemenangan Jokowi di Jatim

Dukungan Gus Durian dan Kiai Kampung Dinilai Kunci Kemenangan Jokowi di Jatim. (Foto: Setya N/NUSANTARANEWS)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Kelompok Gus Durian dan kiai kampung dinilai sebagai salah satu kunci kemenangan paslon Jokowi-Ma’ruf Amin di Jatim dalam Pemilu 2019.

Menurut pakar komunikasi politik Unair, Suko Widodo, salah satu kunci kemenangan tersebut adalah bersatunya kyai-kyai kampung di Jawa Timur.

’’Jadi, jika para elit di Jakarta saling mengklaim kemenangan itu merupakan hal yang semu,’’ katanya di Surabaya, Sabtu (20/4/2019).

Pendapat Suko tersebut cuku beralasan, karena fakta dilapangan menunjukkan kuatnya dukungan dari Gus Durian dan kiai kampung ke paslon nomor urut 01 tersebut.

Makin solid setelah putri almarhum Gus Dur, Yenny Wahid, beberapa kali turun ke Jatim membawa jaringan Gus Duriannya. Sekedar diketahui, Gus Dur memang dikenal dekat dengan massa akar rumput NU. Bahkan, pencetus nama kyai kampung adalah Gus Dur.

Kiai Kampung sendiri merujuk pada kiai-kiai di ponpes kecil yang selama ini tidak menjabat dalam struktural. Di Jawa Timur, populasi kyai kampung ini sangat banyak.

Apalagi, jaringan Gus Durian dan kiai kampung ini berhasil mendesakkan sejumlah program yang menyentuh hajat hidup orang banyak. Yang paling terkenal adalah penggratisan Jembatan Suramadu.

Meski bukan satu-satunya, faktor lobi Yenny Wahid kepada Jokowi untuk itu cukup penting. Setelah Yenny mendeklarasikan dukungan ke Jokowi, pemerintah Jokowi mengeluarkan keputusan penggratisan jembatan Suramadu.

Yenny sendiri bahkan menggelar acara dua kali di Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep. Yang menghadirkan Jokowi dua kali. Meski di Madura Jokowi tetap saja kalah, namun penggratisan jembatan Suramadu tersebut bisa menahan margin kekalahan itu tidak seperti 2014 lalu.

Banyak kalangan Madura, terutama yang bermigrasi ke Surabaya, merasa diuntungkan dengan keputusan tersebut. Sebut saja, Choirul. Pria penjual soto asal Madura itu merasa cukup diuntungkan dengan keputusan tersebut.

’’Wah, orang Madura seperti saya ini merasa diuntungkan,’’ katanya.

’’Jokowi bagus, memperhatikan rakyat,’’ tambahnya.

Terpisah, Yenny Wahid mengatakan bahwa kemenangan di Jawa Timur itu milik rakyat Jawa Timur sendiri.

’’Terlalu berlebihan jika saya dianggap faktor penentu. Ada banyak pihak yang berjuang bersama memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin,’’ katanya.

Yenny lalu menyebut nama Khofifah Indar Parawansa, Gus Ipul, Pakde Karwo, elemen kiai kampung, dan banyak nama lainnya lagi. ’’Mereka-mereka ini semua yang memenangkan,’’ tuturnya.

Sementara itu, Ketua Sedulur Jokowi Jawa Timur HM Misbahus Salam menyebut bahwa faktor Yenny Wahid menjadi salah satu faktor yang menentukan kemenangan.

’’Ning Yenny punya pengaruh signifikan. Sebagai putri Gus Dur, tentu membawa magnet tersendiri bagi para kiai dan masyarakat di Jawa Timur,’’ kata pria yang juga wakil ketua PCNU Jember tersebut.

Pewarta: Setya N
Editor: Eriec Dieda

Terpopuler