Berita UtamaEkonomiLintas NusaTerbaru

Dukung Penguatan Ekonomi, DPMD Sumenep Desak Pemdes Maksimalkan BUMDes

Dukung Penguatan Ekonomi, DPMD Sumenep Desak Pemdes Maksimalkan BUMDes
Foto: Kepala DPMD Sumenep Anwar Syahroni Yusuf saat ditemui di rungannya.

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep terus mengupayakan penguatan ekonomi di desa melalui penguatan kelembangaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di setiap desa. Rabu, 21 September 2022

Anwar Syahroni Yusuf, Kepala DPMD Sumenep mengatakan bahwa ada beberapa BUMDes yang sudah bagus dan mampu memanfaatkan potensi desanya secara maksimal.

Namun, lanjut Anwar Syahroni, berkenaan dengan Peraturan Pemerintah terkait BUMDes yang dialihkan menjadi badan hukum, pihaknya mengimbau kepada pemerintah desa  yang belum memiliki sertifikat hukum untuk segera mengurusnya.

“Maka kami di DPMD pun sekarang ini sedang mendorong itu. Bagaimana sekarang ini supaya kelembagaanya dulu kuat, personal-personalnya, pengurusnya kemudian secara lembaga hukum, bagaimana rencana kerjanya,” jelasnya.

Setiap desa diberi kesempatan untuk mengolah potensi desa. sebagai sarana untuk menguatkan perekonomian desa. Pada dasarnya, pembentukan BUMDes ini dimaksudkan untuk mengembangkan produktivitas desa.

Baca Juga:  Fraksi Perpanas DPRD Nunukan Sampaikan Pandangan Atas Nota RAPBD TA 2023

Anwar menyampaikan, terdapat beberapa desa yang memiliki peluang ekonomi di bidang pariwisata. Potensi ini perlu dikelola dengan baik supaya bisa memberikan nilai lebih kepada desa dan masyarakat tersebut.

Mantan Sekretaris KPU Sumenep itu mengatakan, potensi desa tidak hanya terbatas di bidang pariwisata. Numun, di masing-masing desa memiliki potensi ekonomi yang berbeda. Jika memungkinkan dalam hal perikanan, pihaknya akan senantiasa mendukung pengembangan usaha tersebut.

Kepala DPMD menegaskan, pihaknya akan terus mendorong  BUMDes sebagai upaya penguatan ekonomi desa dengan menjalin kerajasama di berbagai lini.

“Bahkan kita sudah koordinasi dengan beberapa perguruan tinggi. Kemarin saya dengan Al-Amien, bagaimana KKN mereka bisa memberikan rekomendasi kepada pemerintah desa terkait potensi desa,” pungkasnya.

Syahroni mengungkapkan, alokasi dana untuk pembangunan desa yang mencapai triliunan rupiah telah menunjukkan progress yang cukup signifikan. Namun di sisi penguatan ekonomi desa melalui BUMDes perlu terus didorong.

“Saya mengacu kepada IDM (Indeks Desa Membangun). Kita tahun 2019 itu kita masih belum bisa punya desa mandiri, di tahun 2021 kita sudah punya satu desa mandiri, di 2022  ini kita sudah punya 7 desa mandiri. Artinya dari IDM itu adanya progress yang baik,” tukasnya.

Baca Juga:  Semarak Hari Santri 2022, Pemkab Pamekasan Himbau ASN dan Non ASN Kenakan Busana Muslim dan Sarung Batik Lokal

Di akhir wawancara, kepala DPMD itu mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengapresiasi desa-desa yang mau berkomitmen untuk menggali potensinya dan memperkuat SDM sehingga bisa mengelola keuangan di desa dengan baik.

“Mudah-mudahan desa-desa yang sudah kita apresiasi ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa yang lain,” harapnya. (mh)

Related Posts

1 of 53