Connect with us

Budaya / Seni

Duka Matamu – Sepilihan Puisi Fian Jampong

Published

on

Duka Matamu - Sepilihan Puisi Fian Jampong. Ilustrasi: through sad windows by phatpuppyart (DevianArt)

Duka Matamu – Sepilihan Puisi Fian Jampong. Ilustrasi: through sad windows by phatpuppyart (DevianArt)

Nazar Si Muda I

Si muda bernazar
Kala purnama tak sempurna
Di malam Minggu pekan pertama
Tepat pada bulan sepuluh.
Katanya:
Aku, dia juga mereka
Adalah saudara tak sedarah
Satu dalam aneka rupa, barangkali
Lahir dari rahim yang sama.

Tegas lantang suaranya
Tatkala mengejakan kata-kata mantra sarat makna
Atau kalimat sakral, boleh jadi
Malam pun semakin seram oleh gemanya
Hingga ke ujung desa.

Sekali lagi ia bernazar, katanya:
Aku, dia juga mereka
Bukanlah apa-apa pun siapa-siapa
Kami hanyalah segerombolan anak biasa
Yang berasal dari sebuah desa tak bernama, entah.
Namun, kami memiliki secuil harta
Tersimpan rapi
Di dalam sebuah bejana tanah liat, apik.

Duka Matamu
:Untuk Ibu

Jikalau boleh,
Biarkan cangkirku penuh
oleh titik-titik dari matamu.
Ingin sekali aku berenang di dalamnya
dan merasakan dukamu yang tak kunjung usai..

Matamu

Setiap kali kuseduh kopi ketika senja,
Saat hujan sedang asyiknya mencumbui bumi,
Matamu yang teduh
Hadir mengingatkan
Kalau aku pernah sekali tenggelam di dalamnya.

Nitapleat, 2018.

*Fian Jampong berasal dari Manggarai Barat. Lahir pada 24 Februari 1993. Sekarang sedang menempuh pendidikan filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero. Menulis puisi, sajak, cerita mini, cerpen dan lain sebagainya. Beberapa puisinya tersebar di media Flores sastra, Qureta, Portal Buku, IDN TIMES, dan koran harian Pos Kupang. Puisi berjudul Kusimpan Senyummu dalam Saku Baju menempati posisi ketiga dalam Event cipta puisi nasional 2018 oleh Sastrawiji Publisher. Buku antologi bersama “Berdialog Dengan Angin” penerbit Sastrawiji Publisher (2018). Berdomisili  di wisma St. Rafael – Ledalero, Maumere. Suka menyeruput kopi hitam sambil berimajinasi.

Baca Juga:  Evita: Denuklirisasi Semenanjung Korea Perlu Kerja Keras, Kesungguhan dan Trust

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Terpopuler