Connect with us

Ekonomi

Dua Menteri Jokowi Dinilai Sebar Hoaks Soal Ekspor Indonesia ke Amerika

Published

on

bijb, pembangunan bijb, bjib kertajati, bandara jabar, bambang haryo, evaluasi bjib, bjib masih kurang, bjib tak layak operasi, nusantaranews

Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Menilai Dua Menteri Jokowi Sebar Hoaks Soal Ekspor Indonesia ke Amerika. (Foto: Setya N/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryo menilai pernyataan dua menteri Jokowi, yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution terkait ekonomi Indonesia adalah hoaks atau hal yang tidak tepat.

“Menteri Keuangan mengatakan ekonomi turun gara-gara perang dagang, kami tidak sependapat dengan hal ini,” kata Bambang saat dikonfirmasi, Kamis (13/6/2019).

Dia menjelaskan dari perang dagang AS-China tersebut ada banyak industri manufaktur di China yang terdampak dengan adanya pajak impor yang diberlakukan Amerika sebesar 30 persen.

Baca Juga: Prabowo Menilai Ekonomi Indonesia Sudah Lama Salah Arah

Hal ini membuat pabrik atau industri manufaktur pindah ke negara Asia Tenggara (Vietnam, Kamboja hingga Malaysia) yang sudah mengambil kesempatan karena negara Asia Tenggara tidak masuk dalam ritual yang dilakukan oleh Amerika, termasuk Indonesia.

Loading...

“Tapi kenapa Indonesia tidak memanfaatkan peluang tersebut?” ujarnya.

Menurut dia, Indonesia seharusnya bisa menangkap kesempatan ini. “Pemerintah harus bisa memanfaatkan ini, kalau dilihat dari data www.bbc.co.id Vietnam saja kuartal I-2019 industrinya meningkat 86% dimana lima puluh persennya bersumber dari China akibat imbas dari perang dagang (trade war),” ujar dia.

Baca Juga:
INSTEX, Instrumen Perdagangan Baru Eropa Dengan Iran
Presiden Trump Ancam Berlakukan Tarif Bagi Seluruh Produk Impor Cina

Bambang menyebut, DPR tidak sependapat dengan pernyataan yang disampaikan oleh Sri Mulyani dan Darmin terkait ekspor Indonesia yang mengalami penurunan juga pertumbuhan ekonomi akibat perang dagang AS-China.

Menurutnya, yang sesungguhnya terjadi terkait perang dagang tersebut adalah mengorbankan China tetapi memberi peluang terhadap negara ASEAN termasuk Indonesia.

Baca Juga:  Dari Ponorogo, Pemdes Bancar Dorong Gapoktan Kembangkan Usaha Produktif Kerakyatan

Baca Juga:
Pertemuan G20 Para Pemimpin Keuangan Berlangsung di Fukuoka
Asia Jadi Kekuatan Sentral Perekonomian Global

Vietnam saat ini hanya mempunyai 14 juta tenaga kerja sedangkan Indonesia memiliki 200 juta tenaga kerja serta bahan baku yang cukup banyak. Jadi sebenarnya peluang Indonesia lebih besar daripada Vietnam.

Bila dikatakan perang dagang AS-China penyebab ekspor Indonesia menurun sebenarnya tidak benar karena ekspor Indonesia ke Amerika mengalami kenaikan.

Baca Juga:
Sri Mulyani Klaim Perekonomian Indonesia dalam Kondisi Baik
Platform Filantropi Alibaba Group Rambah Negara Luar Tiongkok, Termasuk Indonesia

“Saya sampaikan, tahun 2014 nilai ekspor Indonesia ke AS sebesar 16 milyar USD dan di tahun 2018 mencapai 18,4 milyar USD. Sedangkan ekspor Indonesia ke China 2012 sebesar 18,4 miliar USD. Di 2018 mencapai 27,13 miliar USD.”

“Jadi apa yang dikatakan Menkeu dan Menko Ekuin itu adalah tidak benar, ini pembohongan terhadap masyarakat, ini hoaks,” tandasnya.

Pewarta: Setya
Editor: Romadhon

Loading...

Terpopuler