Connect with us

Hukum

Dua Fraksi Laporkan Pimpinan DPRD Sumenep ke Kejari

Published

on

Dua Fraksi Laporkan Pimpinan DPRD Sumenep ke Kejari

Dua Fraksi Laporkan Pimpinan DPRD Sumenep ke Kejari. (Foto: M Mahdi)

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Kondisi politik digedung parlemen semakin panas, hari ini jumaat 21 Februari 2020 Pimpinan DPRD Sumenep dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Sumenep oleh dua fraksi.

Dua fraksi itu yakni F-PDIP dan  F-Demokrat DPRD Sumenep. Tiga pimpinan yang dilaporkan itu Hamid Ali Munir, sebagai ketua DPRD Sumenep, Ahmad Salim dan Faisal Muhlis keduanya sebagai wakil piminan.

Menurut Zainal Arifin Ketua Fraksi PDIP, ketiga orang tersebut terpaksa harus dilaporkan ke Kejari karena telah menyalahgunakan anggaran Perjalan Dinas (Perdin). Menurutnya, jatah pimpinan DPRD kalau  bermalam diluar provinsi khusus Kota Tanggerang diatas 8 juta per malam.

Namun tiga pimpinan itu malah mengambil 30 persen dari anggran tersebut. Padahal hotel yang digunakan tiga pimpinan kisaran harga Rp 600 ribu per malam.

“Saya tahu sendiri tiga pimpinan ini urunan cari hotel yang murah, sehingga dari dua malam itu mendapatan Rp 6 juta, meraka banyak untungnya masuk kantong pribadi, hal seperti itu yang tidak diinginkan,” jelas Zainal Arifin.

Zainal yang di sampinng ketua Fraksi Demokrat Ahmad Jazuli, memaparkan, boleh mengambil 30 persen dari anggaran yang ada, asalkan jangan bermalam di hotel, mereka bisa bermalam di rumah saudara, punya rumah sendiri, atau punya apartemen di Jakarta.

“Jika ada lebihnya anggaran mendingan habiskan saja, atau perbupnya di rubah. Dari setiap paripurna farksi PDIP selalu mengusulkan untuk merubah Perbup, akan tetapi tidak diindahkan oleh pimpinan DPRD,” tegasnya.

Sementara itu Novan Bernadi, Kasi Intel Kejari Sumenep menyampaikan kedatangan dua politisi ini masih sebatas konsultasi. Karena mereka tidak membawa berkas atau materi laporan.

Baca Juga:  Ahok Sudah Bebas, TKN: Ahok Bukan Subjek Pembicaraan

“Baru saat ini ada anggota dewan melaporkan koleganya sendiri. Mereka sebatas konsultasi, apa bila mereka datang lagi tetap kami akan layani,” terangnya.

Pewarta: M. Mahdi

Loading...

Terpopuler