Dua ekor kuda sandalwood yang diberikan oleh masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah dinyatakan menjadi milik negara. Foto: Dok. Tempo
Dua ekor kuda sandalwood yang diberikan oleh masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah dinyatakan menjadi milik negara. Foto: Dok. Tempo

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Dua ekor kuda sandalwood yang diberikan oleh masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah dinyatakan menjadi milik negara. Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono melalui pesan singkat kepada wartawan.

“Sudah milik negara dan direkomendasikan dirawat oleh negara,” tuturnya di Jakarta, Kamis, (12/10/2017).

Kata Giri, bukan hanya Jokowi sebagai pihak oenerima yang melaporkan, Kepala Staf Angjatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto juga telah melaporkan pemberian tersebut. “Kami tentu sangat mengapresiasi pelaporan ini,” katanya.

Giri menambahkan, sampai dengan September 2017, total gratifikasi yang telah ditetapkan sebagai milik negara mencapai sekitar Rp 113,4 miliar. Gratifikasi itu berupa jam tangan mewah, berlian, pulpen mewah, perhiasan, kuda, lukisan, barang elektronik, tiket perjalanan hingga voucher.

“Pelaporan ini sekaligus menekankan bahwa yang wajib menolak dan melaporkan gratifikasi adalah pegawai negeri dan (anggota) TNI, Polri, BUMN, BUMD, termasuk di dalamnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dua ekor kuda senilai Rp 170 juta itu didapatkan oleh Jokowi saat dirinya dan rombongan melakukan kunjungan ke Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur pada Juli 2017 lalu.

Saat itu, Jokowi dinobatkan sebagai Rato di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Provinsi NTT. Penobatan mantan Walikota Solo itu sebagai Rato atau tokoh adat SBD itu sebagai bentuk penghargaan dan terima kasih atas kunjungannya ke SBD.

Penobatan Jokowi sebagai Rato itu dilakukan secara adat oleh Bupati SBD, Markus Dairo Talu didampingi Ketua Dekranasda SBD, Ratu Wulla Talu di pendopo Rumah Jabatan Bupati. Penobatan Jokowi sebagai Rato didampingi ibu negara Iriana Joko Widodo itu, ditandai dengan pemberian parang khas Sumba bergagang gading, juga selembar kain dan seekor kuda sandalwood. Jokowi juga mengenakan busana adat khas Rato SBD.

Pewarta: Restu Fadilah
Editor: Ach. Sulaiman

Komentar