Connect with us

Lintas Nusa

DPRD Sumenep Desak Pemkab Selesaikan Pengelolaan Bangunan Mangkrak

Published

on

dprd sumenep, pemkab, bangunan mangkrak, nusantaranews, pengelolaan bangunan mangkrak

Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Bambang Prayogi desak Pemkab selesaikan pengelolaan bangunan mangkrak, Rabu (24/4/2019). (Foto: Danial Kafi/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menyelesaikan pengelolaan bangunan mangkrak yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Bambang Prayogi meminta kepada pemerintah setempat untuk memperjelas pemanfaatan dan pengelolaan bangunan yang selama ini dinilai mangkrak. Sebab, di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini diperkirakan banyak bangunan, khususnya yang dibangun melalui yang tidak difungsikan oleh pemerintah daerah.

Oleh sebab itu, bangunan yang semenstinya memberikan manfaat kepada masyarakat sunenep sampai saat ini belum terasa. Bangunan yang belum difungsikan yakni Kluster (gudang rumput laut) di Kecamatan Batuan, Silo Beras di Kecamatan Ganding, Silo Jagung di Kecamatan Bluto dan sejumlah bangunan lainnya.

“Sangat disayangkan bangunan yang bersumber dari APBN sampai detik ini belum terasa manfaatnya,” terangnya, Rabu (24/4/2019).

Kata Bambang, keberadaanya tidak dimanfaatkan, justru malah terkesan dibiarkan. Dia mengungkapkan tidak tahu alasan pasti mengapa gedung itu hingga saat ini dibiarkan mangkrak, atau memang sengaja, yang terpenting proyekter sebut sudah jalan dan dilaksanakan dengan wujud bangunan meski tidak ada pemanfaatan.

“Anggarannya miliaran rupiah, jika tidak dimanfaatkan dengan baik sangat disayangkan,” terang politisi PDIP itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Arief Rusdi menjelaskan, pihaknya tetap berupaya untuk memanfaatkan kluster di Batuan itu. Sejauh ini, kata dia, sudah melakukan kordinasi dengan beberapa investor. Namun, sampai saat ini belum ada yang memastikan.

Arif juga menjelaskan ada beberapa fasilitas di gedung tersebut rusak. Sehingga, para investor berpikir ulang untuk melakukan kerjasama. Padahal, sinyal baik untuk kerja sama mulai terang.

“Kita akan tetap berupaya agar gedung tertersebut secapatnya dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ucap Arief.

Pewarta: Danial Kafi
Editor: Eriec Dieda

Terpopuler