Connect with us

Ekonomi

DPRD Jatim Sambut Baik Peningkatan Kerjasama Pemprov dan Rusia

Published

on

dprd jatim, pemprov jatim, pemerintah rusia, kerjasama jatim dan rusia, achmad firdaus, neraca perdagangan jatim, wisatawan rusia, perdagangan jatim, impor jatim, nusantaranews, nusantara, nusantara news

Ketua Komisi B DPRD Jatim Achmad Firdaus. (Foto: NUSANTARANEWS.CO/Setya N)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Ketua Komisi B DPRD Jatim Achmad Firdaus menyambut baik peningkatan kerjasama antara Pemprov Jatim dengan pemerintah Rusia. Pasalnya, selama ini dalam neraca perdagangan antara Pemprov Jatim dan Rusia selalu menunjukkan defisit.

Sekadar diketahui, dari data yang ada Federal Custom Service Rusia, total perdagangan antara Indonesia dan Rusia pada tahun 2017 sebesar US$ 3,27 miliar atau meningkat 25,2 persen dari tahun 2016, dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 1,69 miliar.

Baca juga: Soekarwo Klaim Perdagangan Jatim Surplus US $ 1.062 Juta

Di bidang pariwisata, jumlah wisatawan Rusia yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2017 mencapai 110.529 orang atau naik 37,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 dan menempati urutan pertama dalam hal persentase kenaikan jumlah wisatawan asing ke Indonesia.

“Sudah saatnya pengusaha melirik pasar non tradisional untuk meningkatkan kinerja ekspor Jatim. Apalagi Rusia termasuk pasar yang cukup potensial, tetapi selama ini belum tergarap maksimal,” kata politisi asal Partai Gerindra ini di Surabaya, Jumat (2/11/2018).

Baca juga: Meningkat 0,05%, Perekonomian Jatim Tumbuh 5,57% di Triwulan II 2018

Dikatakan oleh Firdaus, neraca perdagangan Jatim dengan Rusia selama kurun waktu 2014 sampai dengan Juni 2018 setiap tahunnya menunjukkan angka defisit bagi Jatim. Di mana ekspor Jatim ke Rusia dari Januari sampai dengan Juni 2018 sebesar US$ 78,95 juta. Adapun 3 komoditi ekspor utama non migas yaitu bahan kimia organik, alas kaki, lemak dan minyak hewan/nabati.

“Sementara impor Jatim dari Rusia dari Januari sampai dengan Juni 2018 sebesar US$ 232,11 juta, dengan 3 komoditi utama impor non-migas yaitu besi, baja, pupuk, dan gandum-ganduman,” jelasnya.

Baca Juga:  TKN Duga Ada Indikasi Keterlibatan ASN Kaltara untuk Menangkan Caleg Tertentu

Baca juga: Hubungan Bilateral Pemerintah RI-Rusia Diperkuat, Ini Highlight-nya

Ditambahkan oleh Firdaus, pasar Rusia sangat besar untuk produk-produk dari Indonesia terutama Jawa Timur. Untuk itu, ke depan ia akan membicarakan lagi teknisnya secara detail.

Pewarta: Setya N
Editor: Gendon Wibisono

Loading...

Terpopuler