Connect with us

Hukum

DPR Sebut Ketua KPK Terima Informasi Salah Soal Pansus Angket

Published

on

Ketua Komisi III Bambang Soesatyo. Foto Ucok Al Ayubbi/ NusantaraNews.co

NusantaraNews.co, Jakarta – Ketua Komisi III Bambamg Soesatyo merasa heran tentang pihak yang melakukan gugatan di PTUN terkait dengan keberadaan pansus Angket.

“Jadi saya juga masih heran masih ada pihak-pihak yang mempermasalahkan keberadaan pansus. Sehingga kemaren ada dua tiga pihak yang melakukan PTUN ke pengadilan,” Kata Bambang, Selasa (5/9/2017)

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menolak gugatan terkait keabsahan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dengan Nomor: 1/DPR RI/V/2016-2017 tentang pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK. Dengan demikian Pansus Hak Angket KPK dinyatakan sah.

“Pengadilan memutuskan bahwa pansus ini adalah hak DPR dan mereka menyampaikan tidak berhak untuk melakukan langkah-langkah hukum atau memprosesnya karena itu adalah proses sesuai dengan UU dan konstitusi yang ada,” kata Bambang.

Bambang meminta semua pihak untuk menunggu hasil keputusan Sidang MK yang dilaksanakan hari ini. Ia berharap hakim MK dapat berfikir jernih agar putusan tersebut memmberikan dampak untuk kepentinga rakyat.

“Kita tinggal menunggu hari ini ada sidang mk dg hal yang sama mudah mudahan kami berharap mk jernih bahwa apa yg kami lakukan disini sesuai dengan konstitusi sudah dimuat lembaran negara,” ungkap Bambang.

“Pemerintah tidak mempermasalhkan kapolri mendukung penuh keberadaan pansus ini jaksa agung juga mendukung penuh. Kami sudah lernah mendatangi kedua lembaga negara tsb,” lanjutnya.

Selain itu bambang juga memberikan komentar soal pernyatan agus yang berniat melakuka perlawanan terhadap pansus angket. Agus berencana untuk menjerat anggota pansus karena dianggap mengalangi prosea enyelidikan.

“Kalau dalam pandangan pribadi saya apa yang disampaikan oleh saudara ketua KPK Agus itu tidak lebih mungkin bercandaan mungkin menerima bisikan yang salah dari para pembisiknya. Mungkin para pembisiknya tidak terlalu sering membaca uu. Sehingga tidak paham fungsi dan tugas parlemen dalam menjalankan tugas2nya,” Pungkasnya

Baca Juga:  DPR Pertanyakan Sikap Pemerintah Tak Terbuka Alasan Pangkas Anggaran APBNP 2016

Pewarta: Syaefuddin A
Editor: Ach. Sulaiman

Loading...

Terpopuler