Connect with us

Politik

DPR RI Dicap Parlemen Paling Terbuka di Asia Tenggara

Published

on

Aparat kemananan lakukan penjagaan di depan gedung DPR/Foto Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, JakartaDPR RI dicap menjadi parlemen paling terbuka di Asia Tenggara (Asean). Hal itu diketahui berdasarkan penelitian survei Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

GIZ merupakan penyedia jasa pengembangan teknologi untuk AIPA. GIZ dinaungi lembaga swadaya Jerman.

Dalam studi Pemerintah Jerman, Koordinator GIZ Bernardo R. Agawin menyampaikan bahwa DPR RI menempati urutan pertama kategori Parlemen paling terbuka di antara parlemen negara kawasan. Dalam praktiknya, Parlemen Indonesia sangat terbuka kepada stakeholders.

“Kami mengukur bagaimana aspek transparansi dalam proses penganggaran, kami melakukan studi, ternyata Indonesia peringkat teratas karena memiliki praktik yang sangat terbuka, transparan kepada stakeholders,” ujar Bernardo melalui keterangan tertulis, Kamis (10/8/2017).

Benardo mengungkapkan, keterbukaan DPR RI didukung keterbukaan terhadap perkembangan teknologi informasi. “Misalnya DPR punya media online dan TV Parlemen, sehingga masyarakat bisa mencermati apa yang sedang dibahas dan ke arah mana politik anggaran diarahkan,” imbuh Bernard.

Kemarin, Biro Kerja Sama Antar Parlemen (KSAP) Sekretariat Jenderal DPR RI bekerja sama dengan Sekretariat  Assean Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) menggelar AIPA Roadshow Connect di gedung DPR. Bernardo hadir sebagai narasumber.

Bernardo menyampaikan, tujuan AIPA Connect Roadshow sejalan dengan keinginan mengintegrasikan negara ASEAN. Pihaknya akan memfasilitasi jalur komunikasi bagi user sebagai mana tujuan AIPA untuk menggagas ASEAN Connectivity pada 2025.

Biro KSAP Endah Tjahjani Dwirini R menilai, konektivitas menjadi hal signifikan, khususnya dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Menurut dia, platform AIPA Connect akan memudahkan tukar-menukar informasi. Tidak hanya tentang produk legislasi, masing-masing anggota AIPA bisa mempelajari sistem parlemen tiap-tiap negara kawasan.

“Sebab itu, acara ini dihadiri teman-teman peneliti, karena mereka sering terkendala mendapatkan bahan saat melakukan penelitian. Nah, dengan AIPA Connect, kita punya koneksi ke semua parlemen, sehingga bisa memudahkan kajian bagi peneliti dan tenaga ahli,” ungka Endah.

Baca Juga:  Disebut dalam Dakwaan e-KTP, Jazuli Juwaini: Saya Bukan Anggota Komisi II

Indonesia adalah negara ke-7 dari rangkaian AIPA Connect Roadshow. Sebelumnya, Sekretariat AIPA telah berkunjung ke Manila, Hanoi, Bangkok, Na Pyi Taw, Phnom Penh, dan Bandar Sri Begawan.

Pewarta: Ricard Andhika
Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler