Connect with us

Berita Utama

DPR: Pembangunan Gedung DPR Belum Diperlukan

Published

on

Gedung DPR RI. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wacana pembangunan gedung dan apartemen DPR mendapatkan penolakan dari beberapa partai politik. Pasalnya, wacana tersebut muncul di tengah kondisi perekonomian nasional mengalami perlambatan serta terjadi defisit anggaran dan penurunan daya beli masyarakat.

Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria menyatakan pembangunan gedung DPR perlu dikaji ulang.

“Iya memang soal gedung dilema satu sisi gedung ini sudah miring, satu sisi ruang anggota dewan terbatas, juga tidak memadai, bahkan 7 staf anggota dewan tidak mungkin bekerja di ruangan 3×4,” ungkap Riza, Rabu (16/8/2017).

Tapi di sisi lain, kata Riza, tidak ada anggaran cukup dan anggaran defisit. “Tetapi di sisi lain kita tidak memiliki anggaran cukup, anggaran defisit, di sisi lain kita perlu terus mengembangkan kinerja anggota dewan,” lanjut Riza.

Menurutnya, Gerindra menolak upaya berlebihan dalam pemenuhan fasilitas bagi DPR. “Kita tidak mendukung upaya yang berlebihan terkait dengan fasilitas anggota dewan, termasuk membangun apartemen kita tidak setuju,” imbuhnya.

Loading...

Sementara itu, Ketua Umum PPP Romahurmuziy menolak rencana pembangunan gedung DPR. Menurutnya, di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat, sebaiknya DPR tidak melakukan penambahan fasilitas yang mendesak.

“DPR tidak menambahi defisit fiskal kita dengan infrastruktur yang tidak diperlukan. Kalau kemudian ada alasan untk infrastruktur demokrasi yang diperlukan adalah infrastruktur yang soft system bukan hard system,” kata pria yang akrab disapa Romi iu.

Romi menambahkan, DPR baru saja selesai menganggarkan pembangunan rumah di Kalibata, jumlahnya ratusan milyar.

“Tidak elok dan tidak pantas kalau kemudian ditambahkan dengan apartemen yang sama sekali tidak diperlukan,” pungkasnya.

Pewarta: Syaefuddin A
Editor: Eriec Dieda

Baca Juga:  Khofifah Pertanyakan Pernyataan Romahurmuziy Soal Rekomendasi Haris Hasanuddin
Loading...

Terpopuler