Connect with us

Politik

DPP Gerindra: Cawapres Pendambing Prabowo Belum Pasti dari PKS

Published

on

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria. (FOTO: Istimewa)
Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria. (FOTO: Istimewa)

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria. (FOTO: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Partai Gerindra menghormati hasil rekomendasi Ijtima’ Ulama terkait nama-nama bacal calon wakil presiden untuk pendamping Capres Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Nama-nama yang direkomendasikan ialah Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad sebagai cawapres pendamping Prabowo.

Demikian tanggapan Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria terhadap pernyataan Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Aliyudin yang meminta Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan secara serius hasil ijtima’ ulama tersebut yang mana PKS dan Gerindra adalah tiang partai koalisi.

Tanpa tedeng aling-aling, Riza Patria membantah jika partainya dengan PKS telah ada kesepakatan bahwa bakal cawapres diberikan kepada PKS. “Belum sampai pada kesepakatan siapa yang menjadi cawapres,” kata Riza Patria, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Baca: PKS: Menjadi Blunder Bagi Prabowo dan Gerindra jika Abaikan Hasil Ijtima Ulama

Ia juga mengungkapkan, di luar nama-nama yang beredar, ada sembilan nama dari PKS dan mengerucut satu nama, lalu dari PAN ada empat nama dan mengerucut satu nama yaitu Zulkifli Hasan, dan Partai Demokrat ada nama Agus Harimurti Yudhoyono. “Di luar itu ada nama yang juga harus menjadi perhatian bersama, yaitu ada nama Anies Baswedan, nonpartisan yang sangat kami pertimbangkan,” ujarnya.

Loading...

“Karena berintegritas, berkualitas, dan berkompeten potensi dan juga prestasinya. Nama-nama itu yang terus dikomunikasikan dan digodok, didialogkan, dan didiskusikan mana yang terbaik dari yang terbaik,” imbuhnya.

Nama Anies, sambungnya, masuk dalam radar dari berbagai lembaga survei yang mendapatkan masukan dari masyarakat. “Tapi, nama-nama yang diusulkan oleh ulama kami perhatikan yang diusulkan oleh partai-partai. Tapi, alhamdulillah sudah mengerucutlah ya, sudah tidak 10 nama seperti Jokowi. Klaimnya satu di kantong, tapi kantongnya sepuluh, berarti masih banyak,” kata Riza.

Baca Juga:  Kementerian PUPR Meraih National Procurement Award 2016 dari LKPP

Pewarta: M. Yahya Suprabana
Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler