Connect with us

Politik

Dokumen Visi Misi Capres 2019 Disebut Hanya Sekadar Janji Kampanye Belaka

Published

on

Capres Cawapres 2019 (Foto Dok. Nusantaranews)

Capres Cawapres 2019 (Foto Dok. Nusantaranews)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengungkapkan dirinya sudah mendapatkan copy dua dokumen visi misi capres 2019. Hal itu disampaikan Fahri melalui aku media sosialnya, Senin (31/12/2018).

“Dan saya sudah baca dan coba pelajari hampir sama. Calon nomor 02 sudah memakai model dan nomor 01 saya coba corat-coret modelnya. Coba kita beri beberapa catatan sebagai bahan Nobar Debat 2019 biar tambah asyik,” ungkap Fahri.

Dia mengungkapkan, dokumen visi dan misi capres 2019 nomor 01 jauh lebih tebal dibandingkan dokumen milik capres nomor 02. “Dokumen nomor 01 lebih mirip sebuah buku, tapi milik 02 lebih mirip presentasi dengan model di awal. Secara umum saya katakan sama,” katanya.

Fahri mengatakan dalam dokumen visi misi capres 2019 yang berjudul Meneruskan Jalan Perubahan untuk Indonesia Maju: Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong, milik capres 01 memuat 9 pijakan kebijakan dan 42 program dengan penjelasan sangat rinci.

Sementara, dokumen visi misi capres 02 berjudul Empat Pilar Mensejahterakan Indonesia: Sejahtera Bersama Prabowo-Sandi, menulis model dengan 1 Visi, 5 Misi, 4 Pilar yang terdiri dari 8 pilar Ekonomi, 9 Kesra, 10 Budaya dan LH, 7 Polhukam dalam 109 Program Aksi.

Loading...

“Bagi keduanya, sebenarnya saya punya banyak catatan. Menurut saya, mereka lemah memahami model negara yang mereka imajinasikan dengan fondasi yang sudah ada; Pancasila dan UUD45. Efek dari kelemahannya adalah dua dokumen ini gampang digugat soliditasnya,” sebut Fahri.

Sebab, tambahnya, nantinya beberapa hal yang disebutkan di dalam dokumen tersebut hanya akan menjadi janji kampanye yang enak didengar semata.

“Padahal, untuk Calon Nomor 01 kan harus menjawab apa yang sudah dijanjikan sementara Calon Nomor 02 menambah janji baru.

View this post on Instagram

MENGADU VISI-MISI KEDUA CAPRES: NIR-TEROBOSAN DAN GAMPANG DIGUGAT SOLIDITASNYA Saya mendapat copy 2 dokumen visi/misi Capres 2019 dan saya sudah baca dan coba pelajari hampir sama (geser gambar) Calon nomor 02 sudah memakai model dan nomor 01 saya coba corat-coret modelnya. Coba kita beri beberapa catatan sebagai bahan Nobar Debat 2019 biar tambah asyik. Dokumen Visi Misi Capres 2019 nomor 01 jauh lebih tebal (35 Halaman) dari dokumen milik nomor 02 (15 halaman). Dokumen nomor 01 lebih mirip sebuah buku tapi milik 02 lebih mirip presentasi dengan model di awal. Secara umum saya katakan sama. Dalam Dokumen Visi Misi Capres 2019 yang berjudul “MENERUSKAN JALAN PERUBAHAN UNTUK INDONESIA MAJU: Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong, Calon Nomor 01 menulis 9 pijakan kebijakan dan 42 program. Dengan penjelasan rinci. Sementara itu, Calon Nomor 02 dgn Visi Misi Capres 2019 berjudul, “EMPAT PILAR MENSEJAHTERAKAN INDONESIA: Sejahtera Bersama Prabowo-Sandi” menulis model dengan 1 Visi, 5 Misi, 4 Pilar yang terdiri dari 8 pilar Ekonomi, 9 Kesra, 10 Budaya dan LH, 7 Polhukam dalam 109 Program Aksi. Bagi keduanya, sebenarnya saya punya banyak catatan. Menurut saya, mereka lemah memahami model negara yang mereka imajinasikan dengan fondasi yang sudah ada; Pancasila dan UUD45. Efek dari kelemahannya adalah dua dokumen ini gampang digugat soliditasnya. Sebab seberapa banyak yang mau kita sebut dalam dokumen ini nanti hanya akan jadi janji kampanye yang enak didengar. Padahal untuk Calon Nomor 01 kan harus menjawab apa yang sudah dijanjikan sementara Calon Nomor 02 menambah janji baru. Akumulasi janji inilah yang membuat dua dokumen Visi Misi Capres 2019 menjadi kurang kuat sebab semua orang bisa menyebutkan janji tapi apakah peta jalan menuju penyelesaian janji sudah disiapkan? Padahal itu yang paling penting yang ingin didengar rakyat dalam Nobar Debat 2019 Dalam dokumen Visi Misi Capres 2019 Calon Nomor 01 hilang konsep Nawacita yang membuatnya jauh berbeda dengan dokumen Visi Misi 2014. Sementara konsep maritim juga hilang dan hampir tidak disebut sama sekali. Lengkapnya di fahrihamzah.com #fahrihamzah #fh #indonesia

A post shared by Fahri Hamzah (@fahrihamzah) on

Akumulasi janji inilah yang membuat dua dokumen Visi Misi Capres 2019 menjadi kurang kuat sebab semua orang bisa menyebutkan janji tapi apakah peta jalan menuju penyelesaian janji sudah disiapkan? Padahal itu yang paling penting yang ingin didengar rakyat dalam Nobar Debat 2019,” tambah Fahri.

“Dalam dokumen Visi Misi Capres 2019 Calon Nomor 01 hilang konsep Nawacita yang membuatnya jauh berbeda dengan dokumen Visi Misi 2014. Sementara konsep maritim juga hilang dan hampir tidak disebut sama sekali,” sambung dia.

(bya/asq)

Editor: Banyu Asqalani

Loading...

Terpopuler