Connect with us

Ekonomi

Diskusi Publik LAKPESDAM MWC NU Pragaan, Irwan Hayat Sebut; Tambang Fosfat Ancam Kehidupan Masyarakat

Published

on

Diskusi Publik LAKPESDAM MWC NU Pragaan, Irwan Hayat sebut: Tambang Fosfat Ancam Kehidupan Masyarakat.

Diskusi Publik LAKPESDAM MWC NU Pragaan, Irwan Hayat sebut: Tambang Fosfat Ancam Kehidupan Masyarakat/Foto: Diskusi Publik bersama aktifis BATAM dan Sekretaris Fraksi PKB DPRD Sumenep di Kantor MWC NU Pragaan.

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Diskusi Publik LAKPESDAM MWC NU Pragaan, Irwan Hayat sebut: Tambang Fosfat Ancam Kehidupan Masyarakat. LAKPESDAM MWC NU Kecamatan Pragaan menggelar Seminar dan Diskusi Publik dengan tema ‘tambang fosfat, ancam kerusakan alam di Kecamatan Pragaan’ di aula MWC setempat. Minggu, 24 Januari 2021

Dalam kegiatan tersebut hadir dua pemateri, pertama aktifis lingkungan BATAM aktivis Ajaga Tanah Ajaga Na’poto (BATAN) Kiai A Dardiri Zubairi. Kedua sekretaris fraksi PKB DPRD Sumenep Irwan Hayat

Irwan Hayat selaku pemateri menyebutkan bahwa tambang fosfat akan mengancam kehidupan masyarakat. Sehingga patut dikawal terkait rencana pemerintah merevisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang wacananya akan melegalkan tambang fosfat

Irwan mengaku, sampai saat ini perda RTRW persetujuan khusus dari Menteri PUPR masih belum selesai. Menurut Informasi yang diterima persetujuan tersebut sudah dikirim oleh pemerintah daerah sumenep pada tahun 2018 yang lalau kepada menteri PUPR

“Perda tersebut tidak bisa dibahas, sebelum persetujan dari Menteri PUPR keluar,” terang Sekretaris Fraksi PKB DPRD Sumenep itu

Menurut Irwan sebenarnya rencana revisi RTRW dianggap penting jika menyangkut kepentingan masyarat banyak dan lingkungan. Akan tetapi jika kepentingan hanya untuk kebutuhan industri maka harus dikaji secara mendalam, tidak hanya kepentingan ekonomi. Numun, yang sangat perlu diperhatikan foktor sosial, lingkungan serta dampak yang lain sehingga tidak mengancam kehidupan masyarakat

“Saya berharap perda RTRW tidak hanya bicara persoalan tambang, tetapi gren desain pemetaan kawasan di mana kawasan industri dan pertanian,” terangnya.

Baca Juga:  PBNU Akan Berangkatkan 3.625 Pemudik

Irwan menambahkan, pihaknya akan meminta kepada ekskutif jika terpaksa dilakukan revisi perda RTRW untuk mengagendakan konsultasi publik. Sehingga masyarakat bisa paham dan mengetahui manfaat dan dampak yang akan terjadi apabila tambang fosfat dilegalkan.

“libatkan masyarakat bawah, aktifis lingkungan tokoh masyarakat. lebih – lebih masyarakat yang menjadi titik tambang tersebut,” harapnya

Sementara Kiai Dardiri Zubairi mengajak kepada masyarakat untuk menjaga tamah, agar anak cucu tidak menjadi buruh di rumah sendiri. Menjadi buruh di rumah sendiri akan terjadi apabila gunung dikeruk, hutan dibabat, batu diangkut, emas dikuras, air dikemas, dan pasir digali.

“Jika masyarakat sudah tidak lagi perduli terhadap tanah dan menjual kepada investor, maka tunggulah kehancuran.”

Ketua LAKPESDAM MWC NU Pragaan Zubairi Hasyim menyebut, Kegiatan seminar dan diskusi publik awal dari perjuangan untuk menjaga lingkunagan, selanjutkan akan diagendakan kegiatan lain.

Disamping itu LAKPESDAM MWC NU Pragaan akan mengadakan advokasi dan edukasi kepada masyarakat. Sehingga kesadaran masyarakat akan terbangun untuk menjaga tanah dan paham dampak yang akan terjadi jika ada tambang fosfat di daerahnya

“Tanah menyangkut kehidupan anak cucu, maka patut diperjuang,” terangnya (mh).

Loading...

Terpopuler