Connect with us

Ekonomi

Diskop Sumenep Gelar Pelatihan Pemberdayaan Usaha Koperasi Bidang Olahan Pertanian

Published

on

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop dan UM) Sumenep menggelar kegiatan pelatihan bimbingan pemberdayaan usaha koperasi bidang olahan hasil pertanian, mulai tanggal 20-21 April 2017, dikuti oleh 40 peserta. (Foto: Danial Kafi/NusantaraNews)

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop dan UM) Sumenep menggelar kegiatan pelatihan bimbingan pemberdayaan usaha koperasi bidang olahan hasil pertanian, mulai tanggal 20-21 April 2018, dikuti oleh 40 peserta. (Foto: Danial Kafi/NusantaraNews)

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Dalam rangka meningkatkan pembedayaan koperasi, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop dan UM), menggelar kegiatan pelatihan bimbingan pemberdayaan usaha koperasi bidang olahan hasil pertanian. Kegiatan tersebut berlangsung dua hari mulai tanggal 20-21 April 2017, dikuti oleh 40 peserta. Kegiatan tersebut di tempatkan di Hotel Sumekar Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Menurut Imam Trisnohadi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep menjelaskan tujuan dari pelatihan tersebut untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam rangka menumbuhkan usaha koperasi. Koperasi merupakan lembaga yang bergerak dibidang pengembangan ekonomi kerakyatan. Sehingga hadirnya koperasi di masyarakat diharapkan menjadi tumpuan ekonomi anggota dan masyarakat secara umum, Sumenep, Jumat (20/4/2018).

Baca juga: Diskop Sumenep Dukung Pengrajin Ukir Bentuk Koperasi

“Saya berharap kedepan koperasi mampu melahirkan usaha yang fokus pada peningkatan usaha pertanian, karena Sumenep mayoritas menduduknya petani,” kata Imam dalam sambutannya.

Lanjut Imam, diharapkan para pengurus yang mengikuti pelatihan mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat selama dua hari ini, sehingga koperasi sebagai tumpuan ekonomi kerakyatan mampu meningkatkan kesejehteraan bagi seleuruh anggota.

Masih kata Imam, mengapa dipilih pelatihan pemberdayaan koperasi bidang pertanian. Karena menurutnya usaha pertanian sangat prospek untuk dikembangkan di koperasi. Diketahui bahwa lahan pertanian di kabupaten Sumenep sangat luas. Sehingga bagaimana nanti usaha di bidang pertanian dikembangkan untuk meningkatan usaha koperasi yang bermula dari hasil panen.

Baca juga: Wujudkan Keterampilan Pemuda, Diskop Sumenep Gelar Pelatihan Seni Merangkai Janur

Diskop dan UM mengadakan pelatihan bimbingan pemberdayaan usaha koperasi bidang olahan hasil pertanian. (Foto: Danial Kafi/NusantaraNews)

Diskop dan UM mengadakan pelatihan bimbingan pemberdayaan usaha koperasi bidang olahan hasil pertanian. (Foto: Danial Kafi/NusantaraNews)

“Seperti pembuatan, keripik singkong, keripik pisang, keripik bayam dan aneka camilan yang dari olehan hasil pertanian. Saya rasa cukup prospek dan menjanjikan, tinggal bagaimana kreatifitas pengurus dan anggota koperasi untuk bisa berbuat,” jelasnya.

Sementara Syaihol Amin peserta dari koperasi pemuda sejahtera bersama mengatakan pelatihan yang digagas Dinas Koperasi sangat bagus karena lebih pada peningkatan produksi hasil pertanian. Karena memang seyogyanya koperasi lebih pada peningkatan produksi untuk tercipta ekonomi kerakyatan.

Baca juga: Diskop Sumenep Gelar Fasilitasi Pengembangan Usaha Lewat Klinik UKM

“Jika fokus pada simpan pinjam maka pemberdayaan pada anggota masih kurang,” terang sarjana pertanian tersebut.

Sementara menurut Priyanto Budi Santoso, lembaga pendidikan perkoperasian Jawa Timur (Lapenkop) mengatkan hidup matinya koperasi berada ditangan anggota, maju mundurnya koperasi berada ditangan pengurus. Anggota harus merasakan manfaatnya, koperasi harus memberikan usaha pada anggota, seperti memproduksi hasil pertanian anggota. Jika anggota diberdayakan maka mereka ikut memiliki koperasi tersebut.

“Jika koperasi mau maju harus ada usaha yang bisa melibatkan semua anggota,” tuturnya.

Pewarta: Danil Kafi
Editor: Yahya Suprabana

Advertisement

Terpopuler