Disebut Anti-Pancasila, Ini Penjelasan Sekte Saksi Yehuwa

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Disebut Anti-Pancasila, Ini Penjelasan Sekte Saksi Yehuwa. Atas terbitnya Perppu Nomor 2 Tahun 2017, telah mempertegas batas antara organisasi-organisasi yang dituding anti-Pancasila dan pendukungnya.

Salah satu yang mendapatkan sorotan adalah sekte Saksi Yehuwa. Sejak pekan lalu, misalnya, seorang pengamat politik, Boni Hargens menyarankan agar pemerintah tidak hanya membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), melainkan juga Sekte Saksi Yehuwa.

Pihak Saksi Yehuwa di Indonesia membantah tuduhan anti-Pancasila tersebut. Salah satu sekte dari agama Nasrani ini menegaskan, bahwa keberadaannya diakui secara hukum di Indonesia. Sampai saat ini, ada sekitar 26 ribu pemeluk Saksi Yehuwa di Indonesia.

Baca: Usai HTI Dibubarkan, Sekte Saksi Yehuwa Diusulkan Harus Bubar

Di antara kegiatannya adalah sidang jamaat yang terbuka untuk umum dan berlangsung setiap hari Ahad. Sekte Saksi Yehuwa Indonesia mengakui bahwa mereka memang kerap menawarkan Alkitab gratis kepada umum.

Namun, pihaknya menolak tudingan memengaruhi atau memberikan iming-iming kepada orang agar memeluk agama tertentu.

“Tentu saja, kami menghormati hak orang lain untuk memeluk agama mereka sendiri, dan kami tidak memaksa orang lain menerima berita ajaran kami. Pelayanan rohani Saksi-Saksi Yehuwa tidak bersifat menekan atau memaksa sewaktu menceritakan tentang kepercayaan mereka,” demikian bunyi pernyataan resmi Saksi Yehuwa, Kamis (27/7/2017).

Lebih lanjut, Saksi Yehuwa Indonesia menegaskan sikap netral terhadap urusan politik. Karena berfokus pada urusan dakwah Nasrani, pihaknya mengakui kewenangan pemerintah, termasuk dalam soal Perppu 2/2017.

Saksi Yehuwa Indonesia menyebut setiap kegiatannya tidak pernah mengenai upaya lobi politik, rencana makar, dan/atau pemberontakan yang melawan hukum.

“Kami dikenal di banyak negeri sebagai warga negara teladan yang cinta damai yang sama sekali tidak perlu ditakuti pemerintah,” sebut Saksi-Saksi Yehuwa.

Baca Juga:  HTI Dinilai Mendompleng ke Kubu 02, Pengamat: Kelihatan Meski Samar

Mereka juga membantah tudingan sebagai pemicu keresahan sosial. Sebaliknya, pihak Saksi Yehuwa Indonesia mengklaim, praktik-praktiknya di tengah masyarakat meliputi bantuan-bantuan kepada pelbagai kalangan, baik Nasrani maupun non-Nasrani.

Pewarta: Ricard Andika
Editor: Eriec Dieda