Connect with us

Ekonomi

Dirut Pertamina Pilihan Rini Soemarno Tak Becus Urus Gas LPG 3 Kg

Published

on

Gas LPG 3 kg alami kelangkaan, DPR sentil direksi Pertamina. Foto: Dok. Pertamina/Istimewa

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Masyarakat di berbagai daerah saat ini sedang mengalami kelangkaan pasokan Gas LPG 3 kg. Muncul spekulasi kelangakaan LPG akibat dari ulah nakal oknum pertamina yang memainkan peredaran di pasaran.

Anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh Pertamina Persero atas kelangkaan LPG 3 kg yang sedang dialami hampir di seluruh pelosok daerah. Pasalnya, gas LPG yang saat ini menjadi kebutuhan pokok masyarakat kesulitan untuk mendapatkannya.

“Sudah harganya mahal, dinaikan, di tengah kota loh, di Jakarta loh, harganya sampai Rp 25 ribu. Harga 25 ribu itu juga barangnya sulit didapat, setelah didapat sulit barangya ini pun juga isinya tidak sesuai dengan yang dicantumkan 3 kg, ternyata isinya banyak sekali yang dimanipulasi,” ujar Bambang di komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/12).

Bambang melanjutkan, kasus tersebut menjadi bukti bahwa Pertamina tidak becus untuk urus persoalan distribusi LPG kepada masyarakat.

Selain itu, Bambang juga menyindir perihal pemilihan direksi Pertamina. Menurutnya pemilihan direksi pertamina masih tidak transparan.

“Kasus ini kembali jadi bukti bahwa ternyata memang di dalam pemilihan direksi BUMN sekalas Pertamina ini mengandung unsur like and dislike jadi ini bukan memilih dengan profesional,” tuding Bambang.

Politisi Partai Gerindra tersebut mengingatkan kelangkaan LPG 3 kg ini dapat membuat pertumbuhan ekonomi akan menurun. Sebab, LPG 3 kg amat sangat banyak sekali digunakan untuk kepentingan UMKM yang ada di Indonesia.

“Jadi lebih dari 10 juta UMKM yang ada di Indonesia itu menggunakan LPG 3 kg lebih, karena jumlahnya UMKM itu ada 56 juta, itu kira- kira hampir separuhnya menggunakan elpiji,” tandasnya.

Reporter: Syaefuddin Al Ayubbi
Editor: Eriec Dieda

Baca Juga:  Gerindra: Joko Widodo Makin Panik Naikin Harga BBM non Subsidi

Terpopuler