Connect with us

Ekonomi

Dirut Lama Tak Lolos Uji OJK, Gubernur Didesak Tentukan Dirut Bank Jatim

Published

on

anggota Komisi C DPRD Jatim Mohammad Nasih Aschal

Anggota Komisi C DPRD Jatim Mohammad Nasih Aschal. (Foto: Setya W/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS. CO, Surabaya – DPRD Jatim berharap gubernur Jatim secepatnya menentukan Dirut Bank Jatim agar aktivitas bank milik Pemprov Jatim tak terganggu.

“Kami tak mempermasalahkan siapa saja yang menjadi dirut, yang terpenting agar segera diisi pejabatnya,” ungkap anggota Komisi C DPRD Jatim Mohammad Nasih Aschal saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (31/10/2019).

Pria asal Bangkalan Madura ini tersebut mengatakan Bank Jatim merupakan salah satu sumber keuangan dari APBD Jatim yang harus tetap berjalan.

“Sebelum ada dirut tentunya akan terganggu dalam mengambil kebijakan,” jelas politisi partai Nasdem ini.

Pria yang akrab dipanggil Ra Nasih ini menuturkan dengan ada penunjukkan dirut yang baru diharapkan tak muncul opini-opini yang berkembang dalam mempengaruhi pengelolaan bank Jatim ke depan.

Senada dengan Ra Nasih, ketua Komisi C DPRD Jatim Mohammad Fawait, menegaskan bahwa pihaknya berharapp gubernur secepatnya menetapkan atau mengajukan nama calon dirut bank Jatim ke OJK. “ Kami tutup mata siapa saja yang akan diajukan oleh gubernur yang penting secepatnya dilakukan penunjukan terhadap dirut bank Jatim,” jelas politisi asal partai Gerindra ini.

Terpisah, ditempat yang sama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak meloloskan usulan dua Direksi Bank Jatim adalah hal yang biasa dan tidak perlu diperdebatkan. Khofifah lalu mencontohkan bahwa kasus yang dialami Bank Jatim juga pernah terjadi di BUMD lain seperti Bank Jabar dan Bank DKI Jakarta. Khofifah yakin OJK independen dan transparan dalam mengambil keputusan.

“Sebetulnya begini, Jabar sudah duluan dan tahun lalu sudah. DKI juga, Riau bukan hanya direksi bahkan sak komutnya. Jadi mikirnya nggak usah aneh-aneh dan bercabang-cabang. OJK punya tim yang independen dan profesional,” kata Khofifah usai rapat Paripurna di DPRD Jatim pada Kamis (31/10/2019).

Baca Juga:  Samakan Diri Dengan Anwar Ibrahim, Mega: Saya Mengikuti Perjalanan Politikmu

Menurut Khofifah, Pemprov Jatim akan mengajukan kembali jajaran direksi ke OJK. Hanya saja, dia belum berani memastikan, pengajuan itu akan dilakukan setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau sebelumnya.

“Itu sebuah proses yang natural. Nanti akan mengajukan lagi, kan memang bisa diajukan sebelum RUPS dan setelah RUPS,” tambah mantan Mensos ini.

Sekadar diketahui, Sempat tertunda beberapa bulan, akhirnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melantik para direksi Bank Jatim di Gedung negara Grahadi Surabaya, Senin (28/10) sore.

Namun, sayangnya dalam pelantikan tersebut tak diikuti pelantikan Dirut Bank Jatim Hadi Santoso dan Direktur konsumer, Ritel dan Usaha Syariah Elfaurid Aguswantoro.  Keduanya dinyatakan tak lolos dalam fit and properties yang dilakukan oleh OJK.

“Iya dari tujuh yang diusulkan oleh pemegang saham Bank Jatim dua dinyatakan tidak lulus dan gugur. Salah satunya untuk posisi Direktur Utama,” ujar Kepala OJK Regional 4 Jatim Heru Cahyono di Grahadi Surabaya.

Menurut Heru, banyak pertimbangan kenapa OJK tidak meloloskan Direktur konsumer, Ritel dan Usaha Syariah dan Dirut dalam fit and proper test antara lain terkait  aspek integritas dan aspek kompetensi. Kedua hal tersebut menjadi kriteria tolok ukur dinilai apakah komisaris dan direksi bisa atau patut di fit and proper test yang dilakulan oleh OJK.

Pewarta: Setya W

Terpopuler