Dirjen Pendidikan Islam Kemenag: Puasa Instrumen Kontemplasi Spiritual dan Perbaikan Diri

dirjen pendidikan islam, kemenag, kamarudin amin, puasa, kontemplasi spiritual, perbaikan diri, nusantaranews, nusantara news
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag mengingatkan puasa instrumen kontemplasi spiritual dan perbaikan diri. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, JakartaDirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamarudin Amin menuturkan ibadah puasa ramadhan merupakan instrumen untuk kontemplasi spiritual dan perbaikan kualitas diri bagi umat Islam. Karena dengan puasa, maka fakultas-fakultas spiritual akan berfungsi dengan baik.

Mengutip Muhammad Jalaluddin Rumi, Kamarudin mengatakan fakultas-fakultas spiritual hanya bisa berfungsi jika dilumpuhkan. Karenanya puasa dipandang sebagai instrumen spiritual break, istirahat sejenak bagi tubuh dan jiwa kita.

“Sselama 11 bulan full kita melaksanakan capaian-capaian duniawi untuk mencari berbagai properti hidup, jabatan, karir dan lain-lain. Di bulan suci ramadhan saatnya kita meperbanyak tafakkur, dzikir, membaca al-Quran, dan amaliah-amaliah yang dianjurkan lainnya,” ujar Guru Besar Hadits ini.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini mengungkapkan, puasa merupakan sarana efektif kontemplasi dan introspeksi tentang makna ketuhanan, manusia dan alam. Karena hakikat tujuan akhir puasa (ultimate goal) adalah agar kita mendekatkan diri dengan Tuhan la’allakum tattaqun.

“Ibadah kita termasuk puasa mengantarkan pada perbaikan kualitas hidup pegawai Ditjen Pendidikan Islam. Orang akan semakin arif, bijak, penyayang, itu karena sifat-sifat tuhan terefleksi dalam dirinya sebagai indikator kualitas ketakwaannya,” terangnya.

Dengan mengutip Rumi, Kamaruddin mengingatkan sejaumana manusia tercelempung pada dunia yang melumpurinya nantinya akan kembali kepada Tuhannya.

“Kita semua sebagai keluarga besar Kementerian Agama harus saling mengingatkan dan berusaha agar kita selalu ingat Tuhan dan menjalankan keutamaan-keutamaan ramadhan,” paparnya.

Selain itu, Kamaruddin juga menyinggung pentingnya fungsi puasa sebagai instrumen untuk menahan dan menjaga diri dari godaan-godaan hidup hedonis yang berlebihan, meraih kekuasaan dengan segala cara dan pragmatisme.

(rb/ad/ns)

Editor: Eriec Dieda