Connect with us

Ekonomi

Diresmikan Khofifah, Unair Luncurkan Industri Cangkang Kapsul Berbasis Rumput Laut

Published

on

industri cangkang kapsul, rumput laut, unair, khofifah, gubernur jatim, nusantaranews

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Recktor Unair Surabaya Mohammad Nasih meresmikan Industri Cangkang Kapsul berbasis rumput laut di Kampus C Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (1/8/2019). (Foto: Setya N/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, SurabayaGubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Rektor Unair Surabaya Mohammad Nasih meresmikan Industri Cangkang Kapsul berbasis rumput laut di Kampus C Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (1/8/2019). Industri ini bagian dari teaching industry yang dilakukan Unair berkapasitas 3,6 juta per hari, dengan hasil yang diproduksi sebanyak 3 juta cangkang kapsul berbasis rumput laut per hari.

Rektor Unair Prof Mohammad Nasih mengatakan, industri ini memiliki kapasitas 3,6 juta per hari, bisa memenuhi 15 persen cangkang kapsul. Selain itu diharapkan bisa mengurangi impor terkait cangkang kapsul. Apalagi cangkang kalsul ini memiliki keunggulan dengan menggunakan bahan dari rumput laut.

“Ini bagian kecil dari kontribusi Universitas Airlangga terhadap masyarakat,” katanya di Surabaya

Dijelaskan, tahun ini akan ada 3 produk yang dikeluarkan Universitas Airlangga. Antara lain cangkang kapsul, stem cell dan dento laser. Tahun 2025 paling tidak punya 25 produk yang beredar di pasaran.

“Nanti stem cell, dento laser didorong tahun ini,” imbuhnya.

Loading...

Sementara itu, Gubernur Khofifah mengajak dunia farmasi untuk menggunakan cangkang kapsul berbasis rumput laut seperti yang diproduksi Universitas Airlangga ini.

“Selama ini berbahan baku gelatin. Berbahan baku gelatin artinya campuran dari berbagai hewani. Oleh karena itu, kalau ingin tingkat kehalalannya tergaransi maka cangkang kapsul berbasis rumput laut ini 100 persen halal,” sambungnya

Terkait pengembangan Research and Development (R & D), Gubernur Khofifah meminta agar R & D terus berkembang pesat. Perkembangan ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). R&D tidak bisa dianggap enteng karena kemajuan industri membutuhkan update R&D secara terus menerus.

Baca Juga:  Hadapi Era Industri 4.0 Wagub Jatim Minta Pelajar SMK Lengkapi Soft Skill

“Di kampus banyak hasil riset berbagai bidang keilmuan. Hanya saja sering kali hasil riset di berbagai perguruan tinggi belum berseiring dengan kebutuhan DUDI/Dunia Usaha Dunia Industri sehingga pengembangannya belum sampai kepada produk jadi dan diproduksi secara masif,” imbuh mantan mensos ini.

Pewarta: Setya N
Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler