Hankam

Direktur CISS Desak Presiden Hingga Kepala Daerah Test Urine

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Mencermati masifnya penyelundupan narkoba asal Cina, Direktur Eksekutif Center Institute of Strategic Studies (CISS) M. Dahrin La Ode meminta agar dilakukan test urine kepada seluruh aparatus negara. Mulai dari presiden sampai kepala desa.

Menurutnya kasus penggagalan penyelundupan 150 ton bahan narkoba dari Cina, Januari 2018 lalu dianggap sebagai salah satu bentuk serangan subversive Cina kepada Indonesia. Selain itu, lanjut dia, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, Cina menjadi pemasok narkoba terbesar di Indonesia.

Baca Juga:
TNI AL Grebek 1 Ton Sabu di Batam Sudah Sesuai Hukum Nasional dan Internasional
Cina Gagal Selundupkan 150 Ton Narkoba, IPW: Indonesia Pasar Potensial

Karena itu, ungkap Dahrin, guna meningkatkan keseriusan dalam pencegahan dampak pengguna narkoba secara nasional perlu dilakukan tes urine. Tujuannya agar budaya dan moral bangsa Indonesia selamat dari serangan subversif Cina dengan narkoba.

“Perlu dilakukan test urine kepada semua aparatus negara Indonesia secara berkala. Test urine kepada aparatus negara itu seyogyanya dimulai dari Presiden, Menteri, Jaksa Agung, Mahkamah Agung, Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, Gubernur, Bupati, Waliokta, Camat, Lurah, dan Kepala Desa. Tim pelaku test urine adalah BNN bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI,” ungkap Dahrin La Ode kepada Nusantaranews.co, Minggu (10/2/2018).

Baca Juga:  Yon Armed 5/105/Tarik/PG Napak Tilas Titik 0 Para Pejuang di Tapal Batas

Test urine kepada aparatus negara bukan tanpa alasan, sebab dirinya menilai peredaran narkoba di Indonesia sudah pada tahap mencemaskan. Sebagai informasi mengawali tahun 2018, pada Januari, sebanyak 150 ton bahan baku narkoba asal Cina yang masuk melalui Dili gagal diselundupkan ke Indonesia setelah ditangkap aparat keamanan di Timor Leste.

Baca Juga:
CISS: Cina Ingin Subversi Bangsa Indonesia Lewat Narkoba
Ini Penilaian IPW Mengapa Cina Nekat Selundupkan 150 Ton Narkoba ke Indonesia

Terbaru, 7 Februari 2018, kembali TNI Angkatan Laut berhasil menggagalkan 1 ton lebih sabu masuk ke tanah air di perbatasan Singapura-Batam. Dilaporkan, dalam penagkapan tersebut pertugas menemukan 1 ton sabtu di atas tumpukan beras di sebuah kapal Sunrise Glory di selat Philip.

Mengapa Cina begitu yakin dan nekat bisa menyelundupkan ratusan ton bahan narkoba masuk ke Indonesia? Menurut Ketua Presedium Indo Police Watch (IPW), Neta S Pane menilai karena salah satu penyebabnya adalah para oknum aparatur Indonesia gampang disuap. Itulah alasan para bandar narkoba terus menyelundupkan barang-barangnya ke Indonesia.

Baca Juga:  Menhan Prabowo Subianto Kunjungi Pusat Penerbangan TNI AD

“Meski ada yang gagal dan tertangkap, namun hal itu bukan masalah bagi para bandar. Dan mereka selalu mencari cara atau mencari jalan tikus agar dagangannya tetap bisa masuk,” ungkap Neta S Pane, Rabu (7/2/2018).

Menurut dia, semua itu terjadi akibat tidak tegasnya pemerintah dalam menyatakan perang terhadap narkoba. Akibatnya banyak anak bangsa yang menjadi budak narkoba dan makin banyak pula jumlah aparatur, terutama polisi yang terlibat narkoba.

Makin banyaknya anggota polisi terlibat narkoba terlihat dari makin banyaknya anggota polisi yang ditangkap dalam kasus narkoba. Baik sebagai pemakai maupun pengedar. Neta menjelaskan dari tahun ke tahun kasus anggota polisi yang telibat terlihat narkoba terus meningkat.

“Ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba makin tak terkendali,” terangnya. (red)

Editor: Romandhon

Related Posts

1 of 4