Connect with us

Hankam

Direktur Bela Negara Kemhan Sebut Ada Tiga Ancaman Besar Bagi Indonesia

Published

on

irektur Bela Negara Dirjen Pothan Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Tandyo Budi R saat menyampaikan Sosialisasi Bela Negara Lingkup Pemukiman di Jakarta di Hotel Media, Kemayoran, Senin (11/3/2019). (Foto: Romandhon/NUSANTARANEWS.CO)

irektur Bela Negara Dirjen Pothan Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Tandyo Budi R saat menyampaikan Sosialisasi Bela Negara Lingkup Pemukiman di Jakarta di Hotel Media, Kemayoran, Senin (11/3/2019). (Foto: Romandhon/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Direktur Bela Negara Dirjen Pothan Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Tandyo Budi R mengatakan ada tiga ancaman besar terhadap negara Indonesia saat ini.

Salah satunya adalah narkoba. Untuk itu bela negara dinilai penting sebagai upaya untuk mempertahankan serta menumbuhkan kecintaan terhadap negara dari sejumlah ancaman kekinian.

Menurut Tandyo Budi, dalam menghadapi sejumlah tantangan itu perlu dilakukan penyesuaian. Salah satu ancaman paling nyata saat ini adalah narkoba.

“Ancaman-ancaman melalui narkoba, adalah untuk mengurangi kualitas sumber daya manusia,” kata Brigadir Jenderal TNI Tandyo Budi R saat menyampaikan Sosialisasi Bela Negara Lingkup Pemukiman di Jakarta di The Hotel Media, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019).

Baca juga: Di Jawa Timur, Peredaran Narkoba Marak

Loading...

Menurutnya, ketika seseorang sudah terjebak pada narkoba ia akan menjadi ketergantungan.

“Ketergantungan terhadap obat itu sangat tinggi. Dan kalau sudah terkena narkoba, jangan kan mikirkan hal lain, pasti ia akan memikirkan bagaimaan cara mendapatkan barang itu,” jelasnya.

Untuk itu, salah satu kegiatan bela negara menurutnya ada tiga ancaman yang dinilai kian semakin nyata.

“Adalah terorisme, kemudian berita berita yang bernarasi dengan memecah belah bangsa, kemudian yang ketiga adalah narkoba,” ujarnya.

Itulah sebabnya, lanjut Tandyo Budi dalam setiap kegiatan bela negara, Kemhan melibatkan BNPT, BNN dan Kemenkominfo.

“Tentunya kalau kita melibatkan para ahli ahlinya itu dan kita menyampaikan ke mereka bahwa ini satu sistem yang tak bisa dipisahkan,” jelasnya.

Selain itu, menurut Tandyo, narkoba juga bisa digunakan untuk merekrut orang menjadi teroris. Pun demikian, narkoba juga disebutnya bisa digunakan untuk memecah-belah bangsa.

Baca Juga:  Dapat Masukan Dari SBY, Ini Pernyataan Lengkap Prabowo Subianto

“Ketiga ancaman ini menurut kita kementerian pertahanan itu yang harus segera diselesaikan dengan cepat. Maka dalam beberapa kegiatan pasti kita melibatkan dari Kominfo dari BNN dan BNPT,” tandasnya.

Pewarta: Romandhon
Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler