Connect with us

Kesehatan

Dinkes Sumenep Gelar Sosialisasi Jampersal

Published

on

Dinas Kesehatan melakukan kegiatan sosialisasi Jaminan Persalinan (Jampersal) bagi ibu dan anak, kegiatan tersebut ditempatkan di Aula Hotel Utami Sumenep Madura Jawa Timur, Selasa (13/3/2018).

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Dalam rangka menekan angka kematian ibu dan anak Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan melakukan kegiatan sosialisasi Jaminan Persalinan (Jampersal) bagi ibu dan anak, kegiatan tersebut ditempatkan di Aula Hotel Utami Sumenep Madura Jawa Timur, Selasa (13/3/2018).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan dr. Fatoni mengatakan Jampersal merupakan jaminan kesehatan bagi ibu yang hendak melakukan persalinan. Masyarakat seluruh indonesia dijamin kesehatannya melalui Jampersal. Dia menyampaikan biaya kegiatan persalinan secara gratis, mulai dari polindes, puskesmas, Rumah Sakit Daerah bahkan jika harus dirujuk ke surabaya ditanggung Jampersal.

“Biaya persalinan untuk masyarakat sumenep gratis, jika ada permintaan dari petugas medis termasuk pungli,” ucap Fatoni.

Dia menegaskan semua orang bisa menggunakan Jampersal tidak terkecuali orang yang sudah mampu secara ekonomi. Namun, itu tergantung orangnya mau menggunakan Jampersal atau tidak.

Fatoni juga menambahkan Jampersal merupakan program pemerintah untuk menekan angka kematian ibu dan anak. Maka dia mengaku Jampersal perlu disampaikan pada masyarakat agar mengetahui terkait adanya Jaminan Persalinan bagi ibu hamil yang dicanangkan oleh pemerintah.

Sementara Bupati Sumenep KH. Abuya Busyro Karim mengatakan dalam sambutannya program Jampersal merupakan salah satu intervensi pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Jampersal adalah program untuk mengatasi masalah pembiayaan persalinan yang meliputi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk KB pasca persalinan dan pelayanan bayi baru lahir.

“Sasaran program Jampersal ibu hamil, bersalin dan nifas dari keluarga miskin dan kurang mampu. Tidak memiliki jaminan kesehatan seperti jaminan kesehatan dari BPJS maupun kartu Indonesia sehat (KIS),” terang Politisi PKB tersebut.

lanjut mantan Ketua DPRD, pada tahun 2017 lalu realisasi dana Jampersal di Sumenep masih di bawah 20 persen. hal itu karena susahnya menjaring warga miskin, dikarenakan sudah banyak ter-cover di sistem jaminan kesehatan serta masih minimnya informasi tentang Jampersal di masyarakat. Tahun ini, anggaran jampersal di sumenep mencapai 2, 2 M.

“Saya harapkan realisasi tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Saya tidak ingin ada masyarakat Sumenep yang meninggal saat persalinan karena masalah pembiayaan,” ucapnya.

Pewarta: Mahdi Alhabib
Editor: Alya Karen

Jurnalis dan editor di Nusantara News, researcher lepas. | life is struggle and like in silence |

Advertisement

Terpopuler