Connect with us

Khazanah

Dinas Pendidikan Sumenep Terapkan Program Wajib Diniyah di Sekolah

Published

on

wajib diniyah, dinas pendidikan, sumenep, sekolah, diniyah, nusantaranews, nusantara news

Pendidikan Diniyah. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menerapakan program pendidikan wajib diniyah untuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Muhammad Saidi menjelaskan tahun ini masih difokuskan sekolah yang berada di Kecamatan Kota. Untuk tahun pelajaran yang baru yakni pelajaran 2019-2020 akan diterapkan di sebelas Kecamatan.

Kata Saidi sapaan akrabnya, pemerintah menganggarkan buku wajib diniyah, guru termasuk homor, serta model penerapan sekolah diniyah tersebut.

wajib diniyah, dinas pendidikan, sumenep, sekolah, diniyah, nusantaranews, nusantara news

Pendidikan Diniyah. (Foto: Istimewa)

“Program wajib diniyah ini akan diterapakan di tingkat SD, SMP termasuk di SMA. Walaupan SMA miliknya Dinas Pendidikan Provinsi. Tapi diminta untuk menerapkan program wajib diniyah,” ucap Saidi, Jumat (22/2/2019).

Baca juga: Tahun 2019, Disdik Sumenep Terapkan Pendidikan Berbasis Pesantren

Untuk penerapan program wajib diniyah itu perminggu tiga hari masuk kelas, perhari dua jam. Kegiatan tersebut dilakukan setelah jam formal. Tidak masuk hitungan struktur kurikulum. Ditanya hari apa saja, saidi menjawab jika terkait hari tergantung kesiapan sekolah.

“Jadi, program wajib diniyah itu dilakukan setelah jam sekolah formal. Saya tegaskam tidak akan menggu kegiatan proses belajar mengajar pagi,” jelasnya.

wajib diniyah, dinas pendidikan, sumenep, sekolah, diniyah, nusantaranews, nusantara news

Pendidikan Diniyah. (Foto: Istimewa)

Kata Saidi, kegiatan itu juga berkaitan dengan pendidikan berbasis pesantren. Tujuaannya memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa belajar untuk mengembangkan kehidupan. Pertama siswa muslim yang beriman, bertaqwa dan beramal saleh serta berakhlak mulia.

Kedua warga Negara Indonesia yang berkepribadian, percayapada diri sendiri,serta sehat jasmani dan rohani. Ketiga membina siswa belajar agar memiliki pengalaman, pengetahuan, keterampilan beribadah dan sikap terpuji yang berguna bagi pengembangan pribadinya. Keempat mempersiapkan siswa belajar untuk dapat mengikuti pendidikan agama Islam pada Diniyah Takmiliyah Wustha

Baca Juga:  Tanggap Anak Terdampak Covid-19: Loka Anak Darussa’adah Bersinergi dengan RSUD Zainoel Abidin Aceh

Pewarta: Syaiful Bahri
Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler