Connect with us

Lintas Nusa

Dikeluhi Biaya SMA/SMK, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

Published

on

Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno berjanji menggratiskan kembali SMA/SMK Negeri yang dikelola Pemprov Jawa Timur. (Foto: Setya T/NusantaraNews)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno kembali mengangkat program pendidikan gratis untuk SMA/SMK di Jawa Timur. Ia dikeluhi warga di Lumajang akibat kebijakan pendidikan yang berbayar.

“Sekarang ini SMA/SMK Negeri yang dikelola Pemprov Jawa Timur ditarik biaya. Ini memberatkan masyarakat. Apakah nanti Mbak Puti punya rencana menggratiskan?,” tanya seorang ibu di Tempeh Kidul, Lumajang, Selasa (13/3/2018).

Pasangan Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) itu menegaskan, wajib belajar 12 tahun menjadi program Presiden Jokowi. Karena itu pelaksanaannya harus diamankan di Jawa Timur.

Baca juga: Khofifah, Pemimpin Baik Itu Membelanjakan Hartanya untuk Rakyat

“Gus Ipul dan saya telah sepakat untuk menggratiskan kembali SMA/SMK Negeri yang dikelola Pemprov Jawa Timur. Ini diperlukan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun,” kata Puti Guntur Soekarno.

Komitmen Gus Ipul dan Puti Guntur itu dituangkan dalam dokumen visi-misi keduanya, yang diserahkan ke KPU Jawa Timur. “Kami menyebutnya program Dik Dilan. Singkatan dari Pendidikan Digratiskan Berkelanjutan,” kata Puti.

Dengan jaminan kebijakan itu, Puti Guntur berharap, kelak ke depan puteri-puteri di Jawa Timur dapat menempuh tuntas pendidikan 12 tahun. Kendala-kendala biaya diatasi dengan arah kebijakan yang pro-rakyat.

“Karena pemerintah kota dan kabupaten juga telah membuat kebijakan pendidikan gratis untuk SD dan SMP. Sedang SMA/SMK Negeri menjadi tanggung jawab Pemprov Jawa Timur,” kata Puti.

Baca juga: Mencermati Sandi Srikandi di Pilgub Jatim

Selain sekolah negeri, Gus Ipul dan Puti Guntur telah merencanakan pemberian subsidi untuk Madrasah Aliyah dan SMA/SMK swasta. “APBD Jawa Timur cukup untuk membiayai kebijakan itu,” katanya.

Di Tempeh Kidul Lumajang, cucu Bung Karno itu bertemu dengan para pengrajin batik tradisional. Ia bercerita, saat Bung Karno menjadi presiden, ada kebijakan nasional untuk menjadikan batik sebagai pakaian nasional.

“Saat itu batik menjadi alat pemersatu bangsa,” kata Puti. Seorang pengrajin pun mengusulkan agar kelak siswa-siswa sekolah di Jawa Timur diwajibkan untuk mengenakan pakaian batik tradisional.

“Aspirasi itu saya catat, Bu. Mohon doa restu dan dukungan untuk Gus Ipul dan saya,” pungkas Puti. (setya)

Editor: Yahya Suprabana

Advertisement

Terpopuler