Connect with us

Rubrika

Diguyur Hujan, Bupati Nunukan Jalan Kaki Peringati Hari Sumpah Pemuda

Published

on

Diguyur Hujan, Bupati Nunukan Jalan Kaki Peringati Hari Sumpah Pemuda

Diguyur Hujan, Bupati Nunukan Jalan Kaki Peringati Hari Sumpah Pemuda. (Foto Dok. NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Hujan yang mengguyur wilayah Nunukan sejak sejak pagi ternyata tidak menyurutkan semangat para peserta Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-91 di Patok 15 Desa Bambangan, Kecamatan Nunukan Barat, Senin (28/10/2019).

Peserta upacara yang berasal dari pelajar, TNI/Polri, ASN, dan masyarakat tampak begitu bersemangat meskipun harus berjalan kaki kurang lebih 2 kilometer, dengan kondisi jalanan yang becek, berlumpur dan mendaki untuk menuju lokasi upacara yang berada di atas bukit.

Bahkan kendati menggunakan double gardan, mobil yang dinaiki Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid pun ternyata juga tidak sanggup menerobos jalanan yang becek dan berlumpur itu, alhasil bupati pun mau tidak mau harus berjalan kaki bersama dengan peserta upacara yang lain.

Tetapi rasa lelah dan letih setelah berjalan kaki ratusan meter tersebut seolah hilang seketika begitu kita sampai di atas bukit, tempat upacara dilaksanakan.

Hamparan perkebunan kelapa sawit yang hijau dan pemandangan menghadap laut yang begitu indah seakan langsung menghapus semua rasa lelah tersebut.

Kepada Nusantaranews.co Laura menuturkan bahwa yang dilakukan para peserta menuju lokasi tempat upacara, belum tak kan mampu membandingi perjuangan para Pemuda 91 tahun silam yang harus menerjang desingan peluru pihak penjajah demi sebuah cita – cita yakni persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Ini belum apa – apa jika dibandingkan dengan para pemuda yang kala itu harus menerjang peluluru hanya untuk mengucapkan sumpah persatuan demi tercapainya kemerdekaan,” tutur Laura.

Sehingga melalui momentum Peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut Laura menyerukan bukan hanya kepada para pemuda di Nunukan namun juga kepada semua pemuda dan pemudi Indonesia agar dapat memetik hikmah dari terucapnya ikrar 28 Oktober 1928 tersebut

Menurut Laura, kegotong royongan dan rasa kebersamaaan tanpa memandang latar belakang adalah salah satu kunci dari diperolehnya kemerdekaan Indonesia. Laura juga menandaskan, bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan karena dengan berbeda tersebut maka akan terjadi saling kenal mengenal.

“Disamping historis heroik, Sumpah Pemuda itu sangat jelas mengajarkan kepada kita bahwa persatuan dan kesatuan bangsa adalah kunci dari sebuah kejayaan. Apalagi dengan generasi muda, karena akan bagaimana warna Indonesia kedepan, lihatlah kondisi generasi mudanya saat ini,” pungkasnya.

Pewarta: Eddy Santri

Loading...

Terpopuler