Connect with us

Gaya Hidup

Dibandingkan Pria, Wanita Lebih Bahagia Saat Mereka Lajang

Published

on

Ketika para wanita ngegosip. Foto: Dok. Terve.fi

NUSANTARANEWS.CO – Diberitakan The Independent, sebuah studi yang dilakukan oleh lembaga analis data Mintel, sebanyak 61 persen wanita lajang merasakan bahagia dibandingkan dengan 49 persen pria dalam masa lajang.

Ada banyak alasan mengapa wanita dalam masa lajangnya lebih bisa menemukan kebahagiaan dari pada pria ketika mereka lajang.

Penelitian tersebut juga menungkapkan sebuah data bahwa pahun 2016 sebanyak 75 persen dari jumlah wanita lajang dalam penelitian tersebut belum menemukan ketertarikan untuk secara aktif mencari pasangan untuk menjalin hubungan, dibandingkan dengan 65 persen yang terjadi pada pria lajang.

Alasan yang mungkin ada di balik fakta tersebut adalah bahwa bagi wanita, berada dalam hubungan hetero seksual sebenarnya menjadikan mereka harus melakukan banyak hal, membutuhkan lebih banyak usaga dan tenaga untuk mengurus pula pasangannya dari pada pria.

“Ada bukti bahwa wanita menghabiskan lebih lama untuk tugas rumah tangga dari pada pria dan saya pikit mereka juga melakukan lebih banyak pekerjaan emosional, seperti pekerjaan rumahan contohnya memasak, dan hal lain yang mereka kerjakan lebih atas dasar emosional,” kata Profesor Emily Grundy dari Universitas of Essex, tulis The Telegraph.

Dibandingkan menghabiskan lebih banyak waktu dan uang untuk pemeliharaan penampilan, melakukan lebih banyak pekerjaan dan berusaha lebih keras dalam menyelesaikan masalah atau argumen berada dalam hubungan heteroseksual biasanya melibatkan banyak usaha untuk seorang wanita.

Terlebih lagi, wanita lebih dapat merasakan kebahagiaan saat mereka berada dalam masa lajang dari pada pria. Para wanita merasa lebih baik bersosialisasi dengan diri mereka sendiri selain mereka cenderung memiliki teman dekat yang bisa mereka temui ketika dibutuhkan.

“Perempuan cederung lebih baik dalam memiliki jaringan sosial alternatif dan kepercayaan lainnya, sedangkan laki-laki cenderung sangat bergantung pada pasangan mereka untuk itu dan memiliki lebih sedikit ikatan sosial lainnya,” jelas Dr. Grundy.

“Tentu ada temuan umum dari banyak penelitian bahwa wanita yang tidak memiliki pasangan cenderung melakukan lebih banyak aktivitas sosial dan lebih banyak teman dibandingkan dengan wanita dengan pasangan sedangkan pada pria yang terjadi adalah justru sebaliknya. Pria tanpa pasangan cenderung melakukan lebih sedikit hal.”

“Jadi mungkin perempuan lajang memiliki pilihan yang lebih luas,” katanya.

Ada juga fakta bahwa stigma pada wanita lajang terjadi perubahan secara bertahap. Banyak wanita lajang memilih tidak menjalin hubungan emosional karena. Pada akhirnya ketika telah menjalani beberapa waktu dalam masa lajangnya mereka kemudian merasakan kenyamanan dan kebahagiaan menjadi mandiri. Mereka dapat melakukan apapun yang meteka inginkan dengan waktu mereka dan mereka tidak lagi benar-benar membutuhkan orang lain.

Penulis: Riskiana
Editor: Romandhon

Terpopuler