Connect with us

Ekonomi

Di Pesantren, Sandiaga: Santri Akan Menjadi Ahli Agama dan Ahli Dagang

Published

on

Pendidikan Pesantren dan Kemandirian Santri. (FOTO: Jaazaidun)

Pendidikan Pesantren dan Kemandirian Santri. (FOTO: Jaazaidun)

NUSANTARANEWS.CO, Tegal – Calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno berharap para santri dapat membuka lapangan kerja setelah lulus dari pesantren. Menurut Sandi, Santri selain bisa menjadi ahli agama juga bisa menjadi ahli dagang.

“Para santri di sini akan menjadi ahli agama, tapi juga ahli dagang. Santri ke depan, lulus dari sini menciptakan lapangan kerja,” kata Sandiaga dalam keterangan resminya, Selasa (12/2).

Baca Juga:

Hal tersebut, dikemukakan Sandi saat menyambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Attholibiyah Bumijawa, Tegal, Jawa Tengah, Senin (11/2) kemarin. Dalam penuturannya, kunjungan tersebut tidak untuk berkampanye melainkan hanya bersilaturahim.

Disamping itu, Sandi juga menyampaikan, salah satu langkah sukses adalah menjalankan konsep empat “as”, yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas.

“Santri harus bisa menjadi santripreuner-santripreuneur baru. Santri yang bisa kerja keras, kerja cerdas, tuntas dan ikhlas. Santri You can do it,” kata Sandi.

“Yes we can,” jawab para santri.

Selain bertemu para santri di Ponpes Attholibiyah Bumijawa, Sandi juga bertemu para pelaku UMKM di Desa Harjosari, Tegal.

“Saya bertemu sekaligus menyerap masukan dari para pelaku UMKM yang ada di daerah tersebut. Dengan penuh semangat mereka menunjukan beberapa hasil produksinya berupa kipas yang terbuat dari rotan dan hasil karya ekonomi kreatif lainnya,” ujar Sandi.

Sekadar diketahui, dalam kunjungan sebelumnya, ketika bersilaturahmi dengan KH Sholeh Basalamah Pimpinan Ponpes Darussalam Jati Arang Kidul, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Sandiaga juga menyampaikan hal yang sama. Dia juga berharap para santri bisa melihat peluang usaha untuk menciptakan lapangan kerja, bukan sebaliknya mencari kerja.

Baca Juga:  Grand Strategy Energy Security Indonesia?

“Jadi di sini kita bicara soal ekonomi umat. Para santri juga harus mulai melek usaha untuk mendukung Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. Kini negeri jiran menduduki posisi nomor satu. Ini bisa kita kejar, jumlah penduduk dan sumber daya kita lebih besar,” tambahnya.

Pewarta: M. Yahya Suprabana
Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler