Connect with us

Budaya / Seni

Di Mata Para Seniman, Cinta Bisa Sembuhkan Luka Batin Bangsa

Published

on

Lukisan karya Ahmad Sobirin, Mata Matahari. (FOTO: Istimewa)

Lukisan karya Ahmad Sobirin, Mata Matahari. (FOTO: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Di mata para seniman, cinta dapat menjadi wahana untuk menyembuhkan luka-luka batin bangsa akibat pertikaian yang tak berkesudahan.

“Tentu saja cinta tersebut bukan cinta layaknya di masa remaja, melainkan cinta yang telah digali lewat renungan yang mendalam serta dikembangkan secara kreatif ke dalam berbagai dimensi dan material artistik. Hasilnya adalah cinta yang memiliki makna kemanusiaan dan spiritual, melampaui perbedaan pilihan politik, kelompok sosial, ideologi dan agama,” ujar kurator pameran, penyair dan peminat seni rupa, peneliti di Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities Universitas Indonesia (AWCPH-UI), Jakarta, Faisal Kamandobat, Selasa (16/7/2019).

Menurutnya, bangsa Indonesia baru saja melangsungkan momen-momen politik yang penuh dengan nuansa persaingan dan perseteruan antar kelompok. Tak jarang, kata dia, perseteruan tersebut dibawa ke wilayah pribadi hingga memisahkan silaturahim antar kerabat, sahabat dan tetangga.

“Akibatnya, kita mengalami kebingungan karena tak adanya pedoman moral yang dapat dipercaya serta terluka secara mental akibat pertikaian yang dihayati terlalu dalam,” paparnya.

Keadaan tersebut, lanjut Faisal, memerlukan usaha mediasi secara politik di level elite, rekonsiliasi di level sosial dan efisasi atau penyembuhan di level mental.

Loading...

Dalam rangka hal itu, sejumlah seniman mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam pameran seni rupa bertajuk Tanda Cinta yang akan diselengarakan di Parak Seni, Yogyakarta.

Pameran tersebut akan diikuti oleh para seniman berpengalaman yang memiliki keragaman teknik dan tematik yaitu Basrizal Albara, Robert Nasrullah, Laksmi Shitaresmi, Ahmad Sobirin, Rismanto, Ampun Sutrisno, Nugroho, Watie Respati, Yaksa Agus dan Purwanto.

Pameran akan dikuratori oleh penyair Faisal Kamandobat yang sehari-hari bekerja sebagai peneliti di Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities Universitas Indonesia (AWCPH-UI), Jakarta. Pameran akan dibuka oleh pendiri dan direktur ArtJog, Heri Pemad dan dimeriahkan oleh pertunjukan musik dari Ikhlas Experience dan art performer Yakob Varame.

Baca Juga:  Kekeringan Panjang Ancam Jatim, BPBD Diminta Petakan Daerah Rawan Kekeringan

Di samping alasan kontekstual, jelas Faisal, tema cinta dipilih oleh para seniman karena memiliki kandungan pemikiran yang kaya dan dalam.

“Dalam sejarah seni, mungkin tak ada tema yang lebih populer dan langgeng sebagaimana cinta. Ia selalu menggoda para seniman dengan misteri yang tak habis-habis diurai, digambarkan dan diciptakan secara berkelanjutan. Ia ibarat buku yang tak habis dibaca karena selalu memberi makna sebanyak yang kita minta,” jelasnya.

Pameran Seni Rupa Tanda Cinta ini akan digelar pada 20 Juli 2019 pukul 16.00 WIB bertempat di Perak Seni Jogjakarta, Jalan Wates KM 5.5. (ach)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler