Connect with us

Ekonomi

Di Masa Depan Wanita Penjaja Seks Akan Kehilangan Pekerjaannya

Published

on

Robot seks. (Ilustrasi)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Di masa depan para wanita penjaja seks akan kehilangan pekerjaannya. Bukan tidak mungkin, perkembangan teknologi yang begitu pesat memungkinkan semua pekerjaan yang semula dikerjakan manusia akan diambil alih robot. Termasuk jasa pemuas sahwat.

Jika sebelumnya para lelaki hidung belang untuk menyalurkan nafsunya biasanya memanggil atau mendatangi wanita penjaja seks, namun tidak di kehidupan di masa depan. Indikasi kuat para wanita penjaja seks akan kehilangan pekerjaannya, ditandai dengan tumbuh pesatnya produksi robot seks.

Bahkan saat ini popularitas robot seks kian meningkat sejak Cyborg pertama diresmikan tahun 2017. Saat kali pertama diluncurkan, robot seks dari Cyborg memiliki dampak besar terhadap dunia perkencanan. Bahkan, baru-baru ini, robot seks Harmony telah bergabung dengan Tinder yakni sebuah aplikasi khusus kencan.

Selain itu, eksistensi robot seks di Eroapa sebagaimana dikutip dari Daily Star Online memaparkan saat ini sudah banyak terdapat rumah bordil yang menyediakan robot seks untuk di ajak kencan. Berdasarkan hasil investigasinya, Daily Star menemukan sebuah resor robot seks baru yang akan dibuka di Calofirnia pada 2019 ini.

Baca Juga:
Pearson Ramal Tahun 2050 Wanita Lebih Suka Bercinta dengan Robot Ketimbang Pria
Ketika Industri Porno Dibintangi Robot Seks
Penjualan Robot Seks Mulai Laris
Di Dublin, Harga Sewa Robot Seks 105 Ribu Dolar Per Jam
Menuju Wisata Robot Seks 2019: Pria Bisa Perawani Cyborg Cukup Bayar £ 7.000

CEO Eve’s Robot Dreams yakni Unicole Unicron mengatakan, di rumah bordil tersebut, orang dapat menikmati kecanggihan teknologi dalam lingkungan yang bersih dan futuristik.

“Mulai dari pencahayaan hingga perabotan dirancang untuk membawa Anda ke dunia fantasi dimana Anda dapat menjelajahi hal-hal yang tidak pernah terpikirkan, Anda berkesempatan menjelajahi dunia fantasi bersama robot seks yang menjadi teman kencan,” ungkap dia.

Unicole Unicron, mengungkapkan melalui wawancara ekslusifnya dengan Daily Star menjelaskan bahwa tempat-tempat bordil telah dibuat sangat bersih untuk menawarkan kenyamanan kepada para pelanggannya. Bukan tidak mungkin trend ini akan diikuti beberapa negara lain.

Sementara itu pada September 2017 lalu, RealDoll saat merilis robot seks terbarunya mengatakan frekuensi penjualan robot seks mulai meningkat. Realbotix di San Marcos, San Diego memproduksi boneka seks dengan teknologi canggih di mana mereka bisa berbicara dan bahkan mampu mensimulasikan orgasme saat berhubungan intim.

Terlebih lagi, para pembeli dapat menyesuaikan robot sesuai dengan pilihan dan keinginan mereka. Dan bahkan mereka dapat menentukan satu dari 18 jenis karakter seperti pemalu, sensual, pencemburu hingga boneka yang cerewet.

Bentuk fisik boneka seks itu menggambarkan tubuh wanita secara utuh. Ada 16 wajah dari lima warna kulit serta pilihan bentuk mata, rambut, ukuran payudara dan fitur yang dilukis dengan tangan seperti bintik dan urat. Bahkan berat boneka tersebut berkisar antara 75 sampai 115 pon.

Lebih lanjut, boneka seks itu bahkan bisa diprogram untuk mengingat selera soal makanan, film dan musik, ulang tahun serta mendongeng dan melafalkan puisi. Semua bergantung pada preferensi pemiliknya.

Sebenarnya pada 2016 lalu, pembahasan mengenai keberadaan robot seks ini telah menjadi pembahasan serius dalam diskusi internasional di London. Selama dua hari, para ahli di bidang seksual robotika duduk bersama guna membahas berbagai dilema teknologi, sosial dan etika yang turut serta mempengaruhi perubahan perilaku seks di tengah-tengah kehidupan manusia.

Menurut mereka, fenomena memuaskan nafsu birahi Dengan robot telah menjadi sebuah persoalan yang tentu saja akan dihadapi manusia di zaman modern. Salah satu peneliti, Dr Trudy Barber, meramalkan bahwa robot seks akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan seksual sehari-hari.

“Sedangkan hubungan seksual dengan kehidupan nyata lainnya akan disediakan hanya untuk acara-acara khusus,” imbuh Barber.

Oleh karena itu, globalisasi gelombang ketiga akan membawa tatanan dunia baru. Ditandai dengan perkembangan teknologi yang berkembang pesat. Situasi ini membawa dampak massal terhadap sektor kehidupan manusia. Peranan manusia mulai diambil alih robot. Termasuk di ranah prostitusi.

Dengan semakin banyaknya robot yang mengambil alih pekerjaan manusia, secara otomatis jumlah pekerjaan yang semula di bawah kendali manusia akan berkurang. Situasi ini yang akan memicu gelombang pengangguran massal dan menyebabkan banyak jenis pekerjaan hilang. Termasuk pekerjaan bagi para wanita penjaja seks.

Editor: Romadhon

Advertisement

Terpopuler