Connect with us

Budaya / Seni

Di Malioboro – Puisi Adenar Dirham

Published

on

Jalan Malioboro siang hari. Foto: Dok. UlinUlin

Di Malioboro

petang, dedaunan menggigil
kudengar riuh di teras rumah
paman dan bibi bergegas berkemas ke malioboro
mengakhiri petang berjumpa dengan siang

malioboro
aku adalah anak jalang
menyambut malam tanpa kecupan mereka di kening
mereka lebih bersemangat berdoa di trotoar
bagaikan cahaya yang berpendar-pendar
di batas trotoar, ada asamu yang nyaris terkubur
lalu, berilah asamu untuk mereka

malioboro
paman dan bibi tidak menyekat jarak denganmu
aku paham!
aku mengerti!
sebelum digoda kantuk, kami berdoa tentang keikhlasanmu
kami memekik
kami tercipta dengan rona semringah
menjemput nasib
mencari keikhlasan bagi orang-orang yang hendak menyeberang

para pedagang bersatu
dengan beragam bentuk
di abad ke-19 hindia-belanda
mendatangkan marlborough, kolonial inggris
merancang pembangunan benteng vredeburg
menyulapmu “malioboro” menjadi istana
orang bergembira menikmati surga
mengais rezeki berlimpah

malioboro gerbang penjuru dunia
menunda kegundahan
memangkas kesengsaraan

malioboro
jalan
potret
wisata yogyakarta

malioboro
jembatan ekonomi
di segala musim

hidup kami bertepi di malioboro
yang membiayai keluarga kecil kami
yang memberi makan dan minum

malioboro dengan keramahtamahannya yang tenang
menjadi singgasana bagi orang-orang jalang
rumah bagi kehidupan setiap insan

(Yogyakarta, 2017)

Adenar Dirham, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta prodi Manajemen Pendidikan Islam (S1). Karya-karyanya telah diterbitkan menjadi buku antologi bersama. Buku antologi puisi terbarunya, “Melukis Pelangi” (2017). Di kampusnya, ia mengasuh Komunitas Sastra Goresan Pena.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Advertisement

Terpopuler