Connect with us

Ekonomi

Di Era Disrupsi, Data Menjadi Aset Paling Berharga Bagi Individu

Published

on

aset paling berharga, aset milenial, aset data, generasi milenial, aset perusahaan, chairul tandjung, ugm, kekuatan generasi milenial, nusantaranews

Chairman Trans Corporation (Corp) Chairul Tandjung. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Yogyakarta – Raksasa bisnis saat ini mengalami perubahan. Jika sebelumnya, aset paling berharga dari perusahaan adalah tanah dan bangunan. Namun kini, aset paling berharga bagi individu adalah data.

Hal itu disampaikan Chairman Trans Corporation (Corp) Chairul Tandjung pada acara Executive Lecture Series bertajuk Kepemimpinan Inovasi di Era Disrupsi, di Hotel UC Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (30/11/2018).

“Karena itu, bagi yang tidak memiliki data maka dia menjadi individu yang dianggap tidak mengikuti perkembangan jaman, sehingga tidak memiliki the most valuable asset,” kata dia.

Baca juga: Chairul Tandjung: Teknologi-Inovasi Cara Menangkan Persaingan Global

Dia menjelaskan, kekuatan generasi jaman ini adalah mempunyai relasi yang sangat kuat dan luas, sehingga mampu menjangkau dunia dengan waktu relatif singkat. Sebab, kehidupan generasi ini sangat terhubung dengan teknologi.

“Intinya, teknologi mampu meminimalisasi setiap tantangan yang ada. Karena itu, generasi milenial yang kreatif akan mampu mengoptimalkan perannya dalam pembangunan melalui inovasi dan kepemimpinan melalui era disrupsi saat ini. Ini suatu keniscayaan. Nah, untuk dunia pendidikan pun haruslah mau berubah dan bertransformasi diri. Dari knowledge university ke research university, lalu yang terakhir dari research university ke enterpreneurial university. Untuk menghadapi era disrupsi, transformasi semacam itu harus dilakukan oleh dunia pendidikan tinggi,” tutup Chairul Tandjung.

(eda/nvh)

Editor: Gendon Wibisono

Advertisement

Terpopuler