Connect with us

Budaya / Seni

Di Bawah Cahaya Bulan Ombak Bersyair – Puisi Joe Annas Hasan

Published

on

H.Amang Rahman Jubair, "Salamun Qoula Min Robbi Rokhim", 1984/Koleksi Lukisan: anakwayan9.blogspot.co.id
H.Amang Rahman Jubair, "Salamun Qoula Min Robbi Rokhim", 1984/Koleksi Lukisan: anakwayan9.blogspot.co.id

Di Bawah Cahaya Bulan Ombak Bersyair

 

Suara apa  yang sedang mengganggu tidurku ini

Dua langkahku menerawang keluar

Rupanya ombak yang bersyair. Tanpa penonton

Hanya ikan-ikan yang ikut bersyair

 

Terlihat pula segumpal cahaya pada gelombang

Oh bulan, sang dewi malam.

Sejak kapan kau disana?

 

Aku menunggumu pangeran

Maka kusingkirkan awan tebal yang membalutku

Agar kau bersyair denganku. Bersama deburan ombak.

 

Hah… ia berbicara padaku

Sungguh nikmat angin malam ini.

Betapa indah syairmu, wahai ombak.

Kurela dipenjara oleh sang dewi

 

Ambon – Bau-Bau, 15 September 2016

 

Kerutan Yang Bercerita

 

Keriput itu telah lama memanggil

Dan aku tak pernah mendengarnya

Tak pernah mau mendengar

 

Tiga hari yang lalu

Kerutan itu bercerita tentang kisahnya

Kisah saat ia belum diundang Tuhan

Disamping pemuda pengisah kenangan

 

Telah habis air mata dan keringat

Ia korbankan untuk daging-daging tak berdosa

Keberanian dan kegagahan yang dulu membara

Hilang seperti kertas yang dibakar

 

Ketakutan dan kebijakannya menjadi satu entah bagaimana caranya

Semua yang dulu dimilikinya lenyap

Tak ada sisa. Kecuali cinta yang membuatnya bahagia.

 

Aku terdiam. Kerutan itu telah lelah

Maaf karena kesediaanku baru saja datang

Ia sangat terlambat untuk memahami

Tak  ada cerita yang lebih indah dari kisahmu.

Kisah dari sang pemilik kerut

 

Bau-Bau, Selasa, 27 Spetember 2016

 

Joe Annas Hasan

Joe Annas Hasan

Joe Annas Hasan, lahir di Ambon pada 22 Februari. Karya-karyanya baru tersebar di penerbit indie dalam antologi bersama (puisi). Diantaranya Monolog Seekor Monyet, Aurora, Danau Yang Terkubur, Turunnya Nawangwulan, Hitam Putih Manusia, Negeri Tak Bersalju, Sekaleng Bir dan Segelas Gas Air mata, dan Meditasi Tulang Rusuk.   Aktif di bidang olahraga (Taekwondo).

Baca Juga:  Syekh Siti Jenar dan Gus Dur Berwajah Cinta - Puisi Abdul Wachid B.S.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resinsi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Loading...

Terpopuler