Connect with us

Politik

Densus 99 Samakan HTI dengan PKI

Published

on

Komandan Densus 99 Banser H Nuruzzaman (Memakai Kopyah Hitam) dalam Serial Diskusi nusantaranews - Membedah Agenda Politik Komunisme dan Khilafah di Pilpres 2019. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO)

Komandan Densus 99 Banser H Nuruzzaman (Memakai Kopyah Hitam) dalam Serial Diskusi nusantaranews – Membedah Agenda Politik Komunisme dan Khilafah di Pilpres 2019. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Komandan Detasemen Khusus (Densus) 99 Barisan Ansor Serbaguna (Banser) H Nuruzzaman menegaskan, di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak ada tempat untuk sistem Khilafah. Alasannya, NKRI tidak hanya diperjuangkan oleh mayoritas umat Islam. Indonesia adalah adalah negara kesepakatan. Negara yang dibuat, disepakati oleh Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan Islam.

“Agama kami–orang Islam–apabila meninggalkan kesepakatan itu hukumnya wajib dibunuh karena berkhianat,” kata Nuruzzaman berapi-ap- saat menjadi salah satu narasumber pada Serial Diskusi nusantaranews.co bertajuk “Membedah Agenda Politik Komunisme dan Khilafah di Pilpres 2019”, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).

Baca Juga:

Nuruzzaman menyampaikan bahwa, anak-anak muda Nahdlatul Ulama di Gerakan Pemuda Ansor tetap akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ideologi apapupun yang akan merubah Indonesia. “Apapun itu, apapun ideologi itu yang akan merubah NKRI, kami akan hadapi. Kami tidak takut kepada siapapun,” tegasnya.

Salah satu ideologi yang pernah dihadang oleh Ansor, tuturnya, adalah ideologi komunis yang berkembang di Indonesia dengan sebuah partai cukup besar waktu itu ialah Partai Komunis Indonesia (PKI). Bahkan, katanya, sudah menjadi konsumsi publik riwayat bagaimana kiprah Ansor mengabisi PKI.

“Bahkan kami dituduh sebagai pelaku pelanggaran Hak Asasi Manusia karena kami menghabisi PKI. Semua tahu, kelompok neo-liberal yang melakukan itu ke kami,” katanya.

PKI bagi GP Ansor merupakan perusak NKRI yang telah dilarang di Indonesia karena hendak merubah NKRI. Karena itu, para pemuda Ansor turut serta dalam upaya menangkal usaha kelompok barhaluan kiri tersebut untuk menguasai sistem negara dengan cara kudeta.

Loading...

Baca Juga:

Selain ideologi komunisme yang meluas bersama PKI di zaman dulu, kata Nuruzzaman, kini ada paham khilafah yang diperjuangkan Hizbut Tahrir Indonesia dimana ideoli ini juga ditengarai hendak merubah NKRI pula. Karena itu, GP Ansor mengambil peran penting untuk membendung usaha HTI untuk menguasai kemudian merubah NKRI.

“Saya dan teman-teman di GP Ansor merasa, jika Hizbut Tahrir dibiarkan, mereka akan melakukan kudeta di Indonesia. Sebelum melakukan kudeta ya harus dibubarkan. Karena mereka sama dengan PKI,” tegas Nuruzzaman.

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: M. Yahya Suprabana

Terpopuler