Terbaru

Dengan e-Government, Formasi PNS Lebih Efisien dan Transparan

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) meyakini dengan penerapan e-government mampu mewujudkan sistem birokrasi lincah, efektif dan efisien. Dengan e-government, pengajuan tambahan formasi PNS dari instansi pemerintah pun bisa lebih dikontrol.

Menteri PAN-RB Asman Abnur mengatakan, di saat melakukan kunjungan ke daerah ada Bupati yang mengajukan tambahan formasi PNS utamanya tenaga pengajar alias guru. Bupati tersebut meminta tambahan guru sebanyak 1.800.

“Bupati sampaikan ke saya ‘tolong tambah guru kami’. Kemudian saya tanya berapa, ‘kurang kira-kira 1.800 orang.’ Saya setujui, tapi saya minta datanya, minta sekolah mana saja yang PNS nya kurang. Kemudian berapa ideal satu sekolah PNS nya. Ternyata enggak ada data,” ujar Asman, di Kementerian PAN-RB, Jakarta, Rabu (4/10/2017).

Asman mengatakan, PAN-RB tentu mendukung kinerja instansi pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja tambahan. Namun harus jelas data dan transparan berapa kebutuhan PNS. Menururnya, dari diskusi dengan Bupati daerah yang mengajukan tambahan guru itu, ada guru honorer yang menyampaikan bahwa ada ketidakadilan di dalam sistem pengajaran.

Baca Juga:  Awal Tahun 2023, 24 Perda di Jawa Timur Dikejar Pembentukannya

“Saya tanya Bupati, ada yang tepuk tangan, ternyata dia support apa yang saya tanya mengenai berapa data guru yang dibutuhkan. Ternyata setelah tepuk tangan, dia sampaikan sebagai guru honorer dan ternyata selama ini guru PNS di sana dan yang banyak kerja honorernya,” ungkapnya.

Asman menyampaikan, dari hasil kunjungan kerja itu ia memastikan formasi PNS dari instansi pemerintah tidak akan terjadi kelebihan lagi. Semua data akan transparan, di mana instansi sampaikan formasi melalui e-goverment kemudian akan dilakukan pemeriksaan apa yang dibutuhkan.

“Jadi sekarang instansi pemerintah manapun mau ajukan formasi silahkan melalui e-Formasi. Kita akan lihat apa yang dibutuhkan, jangan hanya formasi yang dibutuhkan berulang itu terus,” tutur Asman.

Pewarta: Ricard Andhika
Editor: Ach. Sulaiman

Related Posts

1 of 4