Connect with us

Budaya / Seni

Dendang Lebaran Pendatang Sampang – Puisi Mahwi Air Tawar

Published

on

Kota Sampang (Ilustrasi). NUSANTARANEWS.CO

Puisi Mahwi Air Tawar

 

Dendang Lebaran Pendatang Sampang

 

Di atas tikar anyaman impian

Tersaji ikan anyir tana lahir

Loading...

Lima biji jagung, lima kelokan

Desir takbir  di pengasingan getir

 

Di lima simpang, Sampang di jelang

Surau tinggal ‘lah kerlip di ambang

Takbir di dada pun tinggal ‘lah gema

Gema seangin di dahan cuma

 

Biar cuma sedesau samudera

Di pengungsian ombak saudara

Surau hanya serabu pancang ibu

Tasbih menderai tikar kelabu

 

Inilah dendang pendatang Sampang

Di pengungsian berselempang petang

Siapa sudi sorban kiai gamang

Rangkul bayang kami pendatang

 

Poris-Yogyakarta, 25 Juni 2017

 

Mahwi Air Tawar, lahir di pesisir Sumenep, Madura, 28 Oktober 1983. Sejumlah cerpen dan puisinya dipublikasikan di Kompas, Jawa Pos, Suara Pembaruan, Suara Merdeka, Bali Post, Horison, Jurnal Cerpen Indonesia, Jurnal Sajak, dan lain-lain. Cerpen dan puisinya juga termuat di sejumlah antologi bersama, di antaranya 3 Penyair Timur (2006, puisi), Herbarium (2006, puisi), Medan Puisi, Sampena the 1  International Poetry (2006, puisi), IBUMI: Kisah-kisah dari Tanah di Bawah Pelangi (2008, puisi), Sepasang Bekicot Muda (2006, cerpen), dan Robingah, Cintailah Aku (2007, cerpen). Salah satu cerpennya yang berjudul Pulung terpilih sebagai cerpen terbaik dalam lomba yang digelar oleh STAIN Purwokerto dan terkumpul dalam buku  Rendezvouz di Tepi Serayu (2008-2009), Jalan Menikung ke Bukit Timah (TSI II, cerpen), Ujung Laut Pulau Marwah (TSI III, cerpen), Tuah Tara No Ate (TSI III, cerpen), Perayaan Kematian (2011, cerpen). Kumpulan cerpen pertamanya, Mata Blater (2010), mendapat penghargaan dari Balai Bahasa Yogyakarta, 2011. Ia aktif mengelola komunitas sastra Poetika dan Kalèlès, Kelompok Kajian Seni Budaya Madura, di Yogyakarta. Buku cerpennya yang terbaru adalah Karapan Laut (2014), dan buku puisinya yang sudah terbit; “Taneyan”, “Lima Guru Kelana ke Lubuk Jiwa” dan “Tanah Air Puisi Air Tanah Puisi”. Sehari-hari ia bekerja sebagai editor Komodo Books.

Baca Juga:  Jakarta Lautan Doa

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: redaksi@nusantaranews.co atau selendang14@gmail.com.

 

Loading...

Terpopuler