Demokrat Curigai Sisipan Politis Di Balik Kasus Sylviana Murni

NUSANTARANEWS.CO – Wakil ketua umum DPP Demokrat Agus Hermanto mengatakan Demokrat memiliki perhatian khusus terhadap kasus yang menjerat Cawagub usungannya, Sylviana Murni (Sylvi). Pasalnya, kasus Sylvi mencuat menjelang pelaksanaan pilkada DKI yang akan berlangsung Februari mendatang.

“Kami kaget. Kok ada permasalahan seperti ini,” ujar Agus di gedung DPRRI, Senayan, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Agus menganggap janggal permasalahan yang kini menimpa cawagub dari Cagub Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu. Ia menduga adanya kesengajaan yang dilancarkan pihak tertentu untuk mengganggu pasangan calon usungannya.

“Seolah-olah ada hal yang harus dicari-cari,” tandasnya.

Menghadapi kasusnya, Sylvi terpaksa harus menjalani sekian rangkaian pemeriksaan untuk penyidikan kasus di Mabes Polri. Hari ini, Senin (30/1/2017), Sylvi kembali dijadualkan menghadap Mabes Polri guna dimintai keterangan atas kasus yang dituduhkan adanya keterlibatan dirinya.

Agus mengatakan seharusnya kasus yang dituduhkan terhadap Sylvi tidak harus dilakukan sebagaimana terhadap Cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dilaksanakan menjelang Pilkada. Kendati sebagai sesama kandidat, menurut Agus, kasus Silvy berbeda konteks dengan masalah hukum dihadapi Ahok.

“Kalau (kasus) pak Ahok ini khan punya spesial. Karena mayoritas masyarakat seluruh Indonesia menginginkan agar prosesnya diproses secara hukum. Bu sylvi ini khan dalam artian bisa menunggu sampai proses Pilkada selesai,” ucapnya.

Seperti diketahui, Sylviana Murni tengah terseret kasus dugaan korupsi pada proyek Pemprrov DKI untuk pembangunan Masjid Al Fauz di kantor Walikota Jakarta Pusat. Pembangunan masjid tersebut dilakukan saat Sylvi menjabat walikota Jakarta Pusat pada tahun 2010.

Selain kasus pembangunan Masjid Al Fauz, Sylvi juga sempat diperiksa untuk dugaan korupsi pada dana bantuan sosial Pramuka Kwartir Daerah DKI Jakarta. Dalam kasus ini, polisi belum menetapkan tersangka pada pihak-pihak yang dianggap terkait. (Hatim)

Baca Juga:  Dianggap Gagal Urus TKA, MKGR Kritik Kemnaker