Connect with us

Politik

Deklarasi BUMI di Tugu Jogja; Cak Imin Cawapres RI 2019

Published

on

Koordinator Barisan Muda Muhaimin Iskandar (BUMI) Jogja, Abdul Rahman Wahid bersama anggota BUMI lainnya saat mendeklarasikan BUMI di Monumen Tugu Yogyakarta, Kamis, 23 November 2017 mendukung Cak Imin Senagai Cawapres 2019. Foto: Dok. Humas BUMI

NUSANTARANEWS.CO, Yogyakarta – Berdasarkan beberapa hasil kajian ekonomi selama ini, baik yang dibuat oleh pemerintah maupun lembaga internasional seperti World Bank, IMF, McKinsey dan Boston Consulting Grup secara umum sepakat bahwa Indonesia mempunyai prospek ekonomi yang cerah di masa mendatang dengan segala potensi yang dimilikinya, khususnya Bonus Demografi. Demikian disampaikan Koordinator Barisan Muda Muhaimin Iskandar (BUMI) Jogja, Abdul Rahman Wahid saat mendeklarasikan BUMI di Monumen Tugu Yogyakarta, Kamis, 23 November 2017.

Secara harfiah, terang Wahid, Bonus demografi dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana penduduk usia produktif di suatu Negara lebih besar daripada penduduk usia non-produktif dan usia tidak produktifnya. “Peluang Bonus Demografi tersebut jika kita mampu memanfaatkanya akan menjadi berkah dan momentum terbaik untuk memujudkan Indonesia yang sejahtera adil, makmur dan berdaya saing tapi akan menjadi bencana apabila kita gagal mempersiapkan dengan baik,” jelasnya saat orasi.

Menurut Wahid, Globalisasi yang ditopang dengan perkembangan pesat teknologi informasi berpengaruh dan berdampak cepat terhadap perekonomian dan kehidupan bernegara. Setiap negara termasuk Indonesia dituntut tetap mampu menjaga pergaulan global sekaligus harus tetap menjaga kepentingan nasional.

“Namun demikian, berbagai isu kemanuasian pada level global seperti isu penanganan pengungsi akibat kejahatan kemanusian yang dilakukan oleh ISIS, penanganan krisis kemanusian Rohingya di Myanmar dan kelaparan di Yaman menunjukkan kesediaan untuk bekerja sama antar negara bahkan dalam hal kemanusiaan dapat dikatakan sedang berarada pada titik terendah,” katanya.

Berangkat dari kondisi tersebut, lanjut dia, BUMI menyimpulkan bahwa Indonesia tidak hanya butuh pemimpin muda sebagai mana sudah manjadi semangat zaman tetapi juga Indonesia butuh pemimpin yang mempunyai visi dan pergaulan global, tidak hanya mampu menjinakkan globalisasi tetapi juga mampu menjaga kepentingan nasional dan mampu memanfaatkan peluang bonus demografi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera dan menjadi rujukan negara – negara di dunia, kami sangat yakin bahwa potensi dan peluang itu ada pada Muahimin Iskandar yang biasa disapa Cak Imin.

Baca Juga:  Didorong Maju Pilpres 2019, Cak Imin Minta Bukti Dukungan

“Cak Imin meski lahir dalam keluarga pendiri NU dan pejuang kemerdekaan NKRI, Cak Imin memulai karir politiknya benar–benar dari bawah. Dengan usia yang relatif masih muda, Cak Imin memiliki pengalaman yang tidak semua politisi muda miliki. Cak Imin memiliki pengalaman menjadi anggota DPR RI 4 periode, ketua DPR RI termuda dalam sejarah parlemen Indonesia th 1999, tiga periode menjadi ketua umum partai politik dan menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI pada periode Pemerintahan SBY–Budiono. Sebagai tokoh muda dalam politik, Cak Imin juga teruji mampu membangun soliditas dan komitmen, di bawah kepemimpinan Cak Imin, PKB menjadi pendukung Presiden Susilo Bambang Yudoyono sampai selesai dan menjadi kekuatan penentu kemenangan Jokowi–Jusuf Kalla pada Pilpres 2014,” papar Wahid.

Sebagai peraih Doktor Honoris Causa bidang Sosiologi Politik, tambahnya, Cak Imin dengan segenap pengalaman dan relasi internasionalnya terus aktif mengampanyekan Islam yang ramah dan menyakinkan ke dunia bahwa Islam Indonesia bisa menjadi solusi dan rujukan Dunia seperti yang ditunjukkan pada saat pertemuan dengan para Duta Besar negara–negara Eropa, Rusia dan berbagai kesempatan lainya.

“Cak Imin juga terus aktif membangun solidaritas global khususnya dalam hal kemanusiaan seperti sikap tegas perjuangannya menggerakkan berbagai pihak untuk solidaritas penanganan krisis kemanusian Rohingya di Myanmar dan kelaparan di Yaman dan berbagai isu kemanusiaan lainya,” tuturnya.

Tak hanya itu, Cak Imin, kata dia, terus aktif terjun langsung ke daerah bertemu dengan masyarakat, mendengarkan, membela dan mecarikan solusi. “Ketegasan pembelaan Cak Imin terhadap Nelayan, Petani Karet, Petani Tebu, Petani Tembakau menjadi bukti nyata bahwa Cak Imin konsisten dalam memperjuangan nasib masyarakat,” imbuhnya tegas.

Baca Juga:  Waketum Gerindra: Cak Imin Tokoh Muda Terkuat di Pilpres 2019

Atas dasar itu, BUMI mantap menyatakan, pertama, Cak Imin adalah satu-satunya tokoh muda di politik yang pengalamannya sudah melanglang buana. Karir politiknya – semenjak Cak Imin masih mahasiswa hingga saat ini adalah bukti konsistensi Cak Imin berjuang di pusaran politik. Kedua, Cak Imin adalah tokoh muda yang besar di lingkungan santri. Cak Imin tokoh muda yang lahir dari akar tradisi Nusantara. Cak Imin adalah representasi tokoh muda yang religius sekaligus nasionalis. Bahkan Cak Imin adalah tohoh santri yang memiliki wawasan global yang tak perlu diragukan. Ketiga, Komunikasi politik Cak Imin yang cenderung santai dan sarat humor. Di tengah Indonesia yang kerap gampang tersulut oleh perbedaan, Cak Imin bisa menjadi katalisator dua kutub yang bersebrangan.

“Dengan demikian, menghadapi PEMILU 2019 sebagai momentum suksesi kepemimpinan nasional, kami, Barisan Muda Muhaimin Iskandar (BUMI) Jogja mendeklarasikan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai CAWAPRES RI karena kami sangat yakin dengan berbagai pengalaman dan kemampuan membangun relasi yang dimilikinya, Cak Imin layak tanding dan layak sanding pada PEMILU 2019,” tandas Wahid.

Pewarta/Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler