EkonomiTerbaru

Daya Beli Masyarakat Menurun, Tersandera Pembangunan Infrastruktur

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menurunnya daya beli masyarakat di masa kepemimpinan Joko Widodo adalah fakta yang tak dapat disangkal meskipun pemerintah bersikeras menyebutnya sebagai kabar bohong. Sudah banyak pengamat ekonomi dan pelaku pasar yang mengungkapkannya, bahkan ada sebagian yang menyebutnya sebagai fenomena wajar-wajar saja.

Fakta terkait turunnya daya beli masyarakat tersebut harus disikapi secara arif oleh pemerintah dan segera memperbaikinya sebelum menimbulkan gejolak sosial-ekonomi di masyarakat.

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia, Athor Subroto menyarankan agar pemerintah segera memperbaiki daya beli masyarakat supaya terus meningkat. “Saya kira ada pengalihan subsidi saja,” kata Athor di Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Athor menilai, subsidi yang diberikan pemerintah kepada perusahaan untuk menekan biaya produksi tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap harga barang yang beredar di pasaran.

“Pengalihan subsidi yang selama ini banyak dinikmati oleh corporate, misalkan subsidi pangan subsidi pupuk, subsidi macam-macam, biasanya itu disubsidi corporate untuk mengurangi cost produksinya dia sehingga diharapkan harga yang diterima konsumen lebih murah. Tapi selama ini nggak terjadi di subsidi di corporate tapi harganya tetap mahal diterima rakyat,” paparnya.

Baca Juga:  Mengganggu Pembelajaran, Bangunan Sekolah di Kabupaten Malang Rusak Parah

Ia menyarankan, sekarang sebaiknya langsung saja ke konsumen. “Mending sekarang itu langsung aja ke konsumennya. Misalnya, mengurangi PPN, walaupun pemerintah lagi butuh pajak tapi itu bisa membuat konsumen meningkatkan konsumsinya lagi,” jelas Athor.

Athor mengungkapkan, saat ini perekonomian Indonesia sedang tersandera oleh kepentingan pemerintah yang menggenjot pembangunan infrastruktur, dan itu tidak berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat.

Oleh karena itu, menurutnya, perlu adanya strategi yang lakukan oleh pemerintah agar konsunsi masyarakat meningkat, salah satunya dengan memberikan subisi langsung pada rakyat. “Itu konkret, saya kira pertumbuhan ekonomi kita tersandera maka harus dinaikan lagi daya beli masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Syaefuddin Al Ayubbi
Editor: Eriec Dieda/NusantaraNews

Related Posts

1 of 2.350