Connect with us

Budaya / Seni

Darud Donya Ucapkan Terima Kasih Atas Pelestarian Situs Makam Laksamana Aceh di Perak Malaysia

Published

on

Darud Donya ucapkan terima kasih atas pelestarian situs Makam Laksamana Aceh di Perak Malaysia.

Darud Donya ucapkan terima kasih atas pelestarian situs Makam Laksamana Aceh di Perak Malaysia. Foto Ketua Darud Donya, Cut Putri dianugerahi penghargaan dan gelar pada Konvensi DMDI ke-19 atas dedikasinya pada dunia melalyu dan kegigihannya memperjuangkan pelestarian bukti sejarah Islam di Aceh oleh Menteri Pertahanan dan Luar Negeri Singapura DR. Mohammad Maliki bin Osman.

NUSANTARANEWS.CO, Aceh – Darud Donya ucapkan terima kasih atas pelestarian situs Makam Laksamana Aceh di Perak Malaysia. Ketua Darud Donya Aceh bersama para pegiat sejarah Aceh sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membersihkan, memperbaiki dan merawat kembali situs sejarah makam Laksamana Aceh yang terletak di Kampung Pulau Lambor Kiri Perak, Malaysia.

Beberapa waktu lalu, diberitakan bahwa para pecinta sejarah Melayu dan berbagai pihak di Malaysia telah berkenan memberi perhatian, membersihkan dan merawat kembali situs sejarah penting bukti hubungan Aceh-Malaysia yaitu situs sejarah Makam Laksamana Aceh di Perak Malaysia.

Seperti diketahui, hubungan Aceh dengan Perak sudah terbina erat sejak era kesultanan Aceh Darussalam. Bahkan salah satu Sultan Aceh juga berasal dari Kerajaan Perak yaitu Sultan Alaiddin Mansur Syah Bin Raja Ahmad Perak (1579-1586). Sultan Aceh ke-8 yang merupakan Pangeran Kerajaan Perak ini adalah menantu dari Sultan Aceh yang berkuasa pada saat itu yaitu Sultan Ali Riayat syah (1571-1579).

Ketua Darud Donya, Cut Putri menyatakan kesyukurannya atas kesadaran untuk menyelamatkan dan melestarikan bukti sejarah Islam Aceh di bumi Melayu semakin digiatkan dan marak dilaksanakan oleh segala pihak.

“Misalnya bagaimana usaha penyelamatan situs sejarah Makam Keramat Pinang Tunggal di Kuala Lumpur beberapa tahun lalu, yaitu situs makam ulama Aceh bernisan kuno Aceh, yang berlokasi di Kuala Lumpur yang hampir hilang ditelan pembangunan modern,” kata Cut Putri

Baca Juga:  Garda Indonesia Dukung Permenhub Tentang Ojek Online

Ketika itu Darud Donya Aceh bersama para pegiat sejarah Aceh secara intensif bekerjasama dengan para pegiat sejarah melayu di Malaysia yang didukung langsung oleh organisasi internasional DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam/The Malay and Islamic World Organisation) yang beranggotakan 22 negara rumpun melayu sedunia.

Wakil dari DMDI hadir langsung di lokasi situs sejarah Makam Keramat Pinang Tunggal di Kuala Lumpur Malaysia bersama dengan Persatuan Pelajar Aceh Malaysia, di mana turut hadir Prof Othman Yatim yang membantu menyelamatkan situs sejarah Aceh tersebut.

“Atas pertolongan Allah, dengan kerjasama dan koordinasi yang baik antara semua pihak, dengan penuh ketulusan, walau berjarak antar negara, maka situs sejarah Islam bukti hubungan Aceh-Malaysia itu pun bersama dapat terselamatkan,” sambung Cut Putri.

Menurut Cut Putri, apa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita di Malaysia patut diapresiasi, sebagai teladan yang baik bagi masyarakat di seluruh dunia melayu dan dunia Islam untuk bersama melestarikan peninggalan bukti sejarah jati dirinya.

Apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya dari Darud Donya Aceh kepada seluruh pihak di Malaysia juga kepada Kerajaan Malaysia yang turut melestarikan khazanah dan kekayaan Aceh di Malaysia. Ini merupakan bukti bahwa sejarah Aceh yang gemilang adalah juga merupakan kebanggaan bagi seluruh dunia melayu dan dunia Islam.

“Salam dari kami di Aceh Darussalam, semoga usaha ikhlas dari Malaysia itu senantiasa diberi keberkahan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dan semoga ini juga menjadi motivasi bagi seluruh rakyat dan bangsa Aceh, terutama bagi Pemerintah Aceh termasuk pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Aceh untuk lebih peduli memperhatikan, menyelamatkan dan melestarikan situs sejarah Islam di seluruh Aceh,” doa Cut Putri, ketua Darud Donya Aceh. (ed. Banyu)

Baca Juga:  Ahmad Yani: PBB Hanya Memiliki Satu Jalan

Pewarta: Mawardi Usman

Loading...

Terpopuler