Connect with us

Politik

Dari Dulu Sang Jenderal Difitnah, Fahri Sebut Penyingkiran Prabowo Sekarang akan Gagal

Published

on

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Foto Dok. NUSANTARANEWS.CO)

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Foto Dok. NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah optimis akan kemenangan calon presiden nomor urut 01 Prabowo Subianto pada pemilu 2019 ini. Walaupun fitnah demi fitnah, kata Fahri, masih terus menerpa mantan Danjen Kopassus itu.

“Dulu, jenderal @prabowo difitnah, sekarang mau difitnah lagi. Bahkan dengan tujuan yang lebih kejam. Segala peluru kotor akan mereka pakai. Mereka takut jenderal ksatria ini berkuasa karena beliau terlalu tahu siapa mereka. Padahal santai aja, ksatria tidak akan balas dendam,” tulis Fahri di akun Twitter miliknya, @Fahrihamzah, Jumat (29/3/2019).

Baca Juga:

“Penyingkiran @prabowo kali ini akan gagal. Dia akan dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia yang ke-8. Dari dulu dia dipanggil 08. Insya Allah ini akan jadi kenyataan. Dia akan memimpin dengan adil dan bijaksana, dia akan menjaga persatuan dan rekonsiliasi,” imbuh Fadli percara diri.

Untuk itu, Fahri berharap sekaligus memohon kepada para Jenderal untuk kembali dalam barisan yang berada di belakang Prabowo.

Loading...

“Para jenderal yang terhormat, Kembalilah kalian ke belakang @prabowo. Jangan bohongi diri sendiri. Permainan sudah selesai, kepalsuan ini jangan diteruskan. Ini saatnya bersatu membangun negeri, menjaga NKRI dan menjaga ideologi negara Pancasila dan UUD 1945,” tulisnya.

Tidak hanya itu, Fahri juga mengajak para jenderal dan semua pihak untuk mengakhiri cerita fiktih tentang Ketua Umum Partai Gerindra itu. Bahkan, ia berharap supaya sejarah Indonesia berlangsung tanpa dusta lagi.

“Mari bersatu kembali, mari akhiri cerita fiksi tentang @prabowo . Jangan dustai sejarah kita, bangsa ini terlalu mengenal dia, para jenderal terlalu mengenal dia, bagaimana mau bikin cerita fiksi? Bagaimana bikin fiksi soal cucu pendiri bangsa dan pejuang NKRI?,” cuit Fahri.

Baca Juga:  DEN: Harus Ada Lembaga Khusus Percepat Realisasi EBT

“Sudahlah, mari tutup buku lama, kita buka lembaran baru. Mari melangkah ke depan. Ini tentang sikap yang benar di atas timbangan sejarah. Kita tidak bisa terus berbohong pada nurani kita sendiri. Kita tidak bisa menegakkan benang basah. Ini waktunya kita memulai lagi. Tks,” tegas Fahri.

Sebelumnya, Fahri sempat menyindir seorang jenderal yang tidak pernah terjun ke medan tempur. Sehingga, jenderal itu kini bisanya hanya melakukan perang intelijen dengan menggunakan fasilitas negara. Menurut Fahri, jenderal yang seperti itu adalah jenderal pengecut. (mys/nn)

Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler