Berita UtamaEkonomiHankamLintas NusaTerbaru

Danrem 092/Maharajalila, Forkompimcam Krayan dan Masyarakat Buka Blokade Jalan di Perbatasan

Danrem 092/Maharajalila, Forkompimcam Krayan dan masyarakat buka blokade jalan di perbatasan.
Danrem 092/Maharajalila, Forkompimcam Krayan dan masyarakat buka blokade jalan di perbatasan.

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Komandan Korem 092/Maharajalila Brigjen TNI Rifki, S.E., M.M. melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (2/8).

Kunjungan tersebut  dalam rangka mediasi dengan tokoh masyarakat, aparat dan Pemerintwh Kecamatan Krayan untuk membuka bolkade jalan di perbatasan  RI-Malaysia yang menghubungkan Krayan dengan Bakalalan.

Diketahui, aksi blokade jalan di perbatasan Long Midang dan Ba Kelalan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat Krayan sejak Selasa, 5 Juli 2022 lalu,

Masyarakat adat di dataran tinggi Krayan inginkan agar perdagangan dengan pola B to B (Business to Business) yang dilakukan sebelum pandemi Covid-19 antar kedua negara bertetangga (RI-Malaysia) dikembalikan.

Mereka menilai kegiatan perdagangan di lintas batas Long Midang-Ba’Kelalan selama pandemi hanya boleh dilakukan oleh satu koperasi pemasok barang dari Sarawak dan satu koperasi penerima barang dari Krayan.

Hal itu oleh masyarakat dianggap sebagai bentuk praktek monopoli perdagangan yang sangat merugikan masyarakat adat Lun Dayeh di dataran tinggi Krayan.

Baca Juga:  Dinilai Salahgunakan Wewenang dan Tidak Profesional, IPW Desak Kapolri Copot Kapolda Kalsel

Dalam silaturahim tersebut, Danrem 092 mendapat masukan dari para pemuka masyarakat Desa Krayan..Menurut mereka, akibat aksi blokade tersebut memyebabkan terhentinya pasokan bahan pokok penting (bapokting) untuk Krayan yang selama ini memiliki ketergantungan dengan Malaysia.

Terkait hal tersebut, Rifki menyatakan bahwa jalan jalan ini merupakan sarana umum yang di buat pemerintah untuk menghubungkan RI dengan Malaysia.

“Seyogyanya kita seluruh masyatakat untuk sama sama menjaga dan merawat jalan lintas perbatasan. Karena dengan penutupan jalan ini sangat mengganggu aktifitas ekonomi dan kunjungan masyarakat ke dua negara yang sangat berdekatan,sehingga kebutuhan ekonomi krayan dapat terganggu,” tandasnya.

Lebih lanjut Danrwm 092 menegaskan bahwa TNI AD adalah garda terdepan pengawal dan penjaga perbatasan. Sehingga permasalahan ini juga merupakan tanggung jawab TNI AD sebagai satuan yang bertugas di perbatasan.

“Demi Kedaulatan NKRI blokade jalan ini mohon kita buka bersama dengan lepang dada dan kepala dingin,” ajak Rifki.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Mulai Hantui Jawa Timur, Saatnya Mitigasi Bencana Diberlakukan

Rifli menyampaikan bahwa pemblokiran jalan tersebut sudah sangat merugikan masyarakat di Krayan, oleh karena itu, “Saya memberanikan diri untuk bertemu dengan masyarakat Krayan dengan tujuan ingin mendengarkan, dan berdiskusi langsung mengenai pemblokiran jalan tersebut.” Jelasnya.

Akhir dari mediasi tersebut didapat keputusan yg disepakati bersama dengan seluruh lapisan masyarakat yang ada di Krayan bahwa bersedia membuka jalan pada 2 Agustus 2022.

Dalam silaturahmi dan musyawarah tersebut hadir Dandim 0911/Nunukan Letkol Inf Albert Frantesca, M.Han, Dansatgas Yon Armed 18/Komposit Letkol Arm Yudhi Ari Irawan,S.Sos., Danramil Sektor Krayan, Kapolsek Krayan,Ketua Adat Krayan, Tokoh Agama Krayan, Ketua LSM, Camat, Perwakilan Masyarakat, Perwakilan Anggota Koperasi, Anggota Imigrasi, LPADKT-KU. (Red)

Pewarta: Eddy Santry

Related Posts

No Content Available