Connect with us

Lintas Nusa

Danramil Pace Ingatkan Siswa Soal Bahaya Media Sosial

Published

on

NUSANTARANEWS.CO, Nganjuk – Kapten Inf Hardi Prayitno menyampaikan materi kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Pace, Nganjuk, Jawa Timur tentang Bhineka Tunggal Ika. Di hadapan 300 siswa, Kapten Inf Hardi Prayitno memberikan mereka pembekalan kegiatan Wawasan dan Bela Negara oleh Danramil 0810/12 Pace.

“Bhinneka Tunggal Ika mengandung arti, walaupun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang memiliki kebudayaan dan adat-istiadat yang beraneka ragam namun keseluruhannya merupakan suatu persatuan,” kata Kapten Inf Hardi Prayitno mengawali pembekalan, Nganjuk, Rabu (2/8/2017).

Kapten Inf Hardi Prayitno menjelaskan, menurut sejarahnya kata Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam buku Sutasoma karangan Mpu Prapanca yang hidup di masa kejayaan kerajaan Majapahit pada abad ke XIV.

“Kata Bhinneka Tunggal Ika yang diambil oleh para founding fathers republik ini untuk dijadikan motto dalam Garuda Pancasila diambil dari buku Sutasoma karangan Mpu Prapanca yang hidup di masa kejayaan kerajaan Majapahit pada abad ke XIV,” terangnya.

Lebih lanjut Kapten Inf Hardi Prayitno menjelaskan ada beberapa hal yang dapat merusak Bhinneka Tungga Ika. Di antaranya konflik elite, perang saudara, ancaman global dan lunturnya nilai – nilai Bhinneka Tunggal Ika itu sendiri.

Untuk menghadapi ancaman global Kapten Inf Hardi Prayitno berpesan kepada seluruh siswa agar lebih selektif dalam menggunakan gadget karena saat ini sosial media sering dijadikan media provokasi yang dapat merusak ke-Bhinneka Tunggal Ika-an.

Pewarta: Ahmad rantelino
Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler