Connect with us

Ekonomi

Dana Kereta Cepat Dari Cina Cair Bulan Depan, Kosasih: Hilangkan Keraguan

Published

on

Dana Kereta Cepat Dari Cina Cair Bulan Depan, Kosasih: Hilangkan Keraguan. (Ilustrasi: NUSANTARANEWS.CO)

Dana Kereta Cepat Dari Cina Cair Bulan Depan, Kosasih: Hilangkan Keraguan. (Ilustrasi: NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Direktur Keuangan PT Wijaya Karya (persero) Tbk (Kode Saham: WIKA) Antonius N.S. Kosasih berharap masyarakat tidak ragu lagi apakah kereta cepat Jakarta-Bandung jadi dilaksanakan atau tidak. Pasalnya dana tahap awal dari China Development Bank (CDB) akan cair selambat-lambatnya bulan Mei 2018.

“Kita harap awal atau pertengahan bulan depan sudah cair, hilangkan semua keraguan kereta cepat jadi atau tidak,” kata Kosasih, Jakarta, Selasa (24/4/2018) kemarin.

Kosasih mengakui pendanaan proyek kereta cepat sepanjang 142,3 kilometer yang dideklarasikan sejak tahun 2015 ini memang mengalami keterlambatan. Ia pun mengungkap faktor keterlambatan tersebut.

Menurut dia, hal ini berasalan karena resiko yang harus ditanggung oleh CDB, sehingga bank tersebut harus berhati-hati. “Kenapa lambat, karena konsesinya 50 tahun, utangnya 40 tahun, 10 tahun pertama grace period, hanya bayar bunga saja. Setelah itu cicil pinjaman dalam Dolar AS (USD) dengan bunga 2% selama 40 tahun. Itu sangat murah,” terang Kosasih.

Ia menambahkan, periode pembayaran utang pokok yang baru mulai di tahun ke 11 hingga tahun ke 40 dengan bunga 2%, membuat risiko yang didapat CDB cukup besar pada proyek ini.

“Kalau 40 tahun itu dibagi 5 tahun artinya 8 kali ganti Presiden. Jadi bagi mereka risikonya tinggi, karena itu mereka sangat hati-hati dan benar-benar konservatif. Sehingga juga sempat terjadi permintaan dokumen legal yang sangat ketat,” urainya.

Selain itu, lanjut Kosasih, porsi pendanaan proyek senilai USD6,071 miliar atau sekitar Rp81,9 triliun (mengacu kurs Rupiah Rp13.500), berasal dari CDB sebesar 75%, kemudian 10% dari anggota konsorsium China, serta sisanya dari anggota konsorsium lokal. “Jadi 85% risikonya di China, oleh karena itu mereka sangat hati-hati,” jelasnya.

Seperti diketahui, salah satu kendala utama pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah pinjaman dari CDB tak kunjung cair. Karenanya, kabar yang disampaikan Kosasih perihal adanya kemajuan terkait pendanaan proyek tersebut menjadi kabar segar.

Disamping itu juga diketahui bersama adanya financial closure oleh konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai pengembang proyek, juga konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang terdiri dari PT WIKA, PT Kereta Api Indonesia, PT Perkebunan Nusantara VIII, dan PT Jasa Marga, yang melakukan pembebasan lahan proyek.

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: M. Yahya Suprabana

Advertisement

Terpopuler