Connect with us

Headline

Dampak Transportasi Massal Terhadap Properti

Published

on

Media Gathering Samara Suites di Synthesis Square Jakarta, Kamis (20/10)/Foto: Dok. Synthesis Development
Media Gathering Samara Suites di Synthesis Square Jakarta, Kamis (20/10)/Foto: Dok. Synthesis Development

NUSANTARANEWS.CO – Salah satu prioritas kebijakan Presiden Jokowi di masa pemerintahannya saat ini adalah meningkatkan pembangunan dan percepatan ekonomi. Salah satunya adalah dengan menggalakkan pembangunan infrastruktur di banyak sektor, termasuk transportasi.

Menyikapi hal tersebut Synthesis Development memandang dengan penuh pemakluman apabila kini banyak dibangun pelabuhan dan lapangan udara di Indonesia, atau jalan-jalan baru dan jalur kereta api untuk angkutan darat, hingga transportasi massal di 6 kota metropolitan dan 17 kota besar di Indonesia.

Jakarta, sebagai Ibu Kota negara, menurut hemat Synthesis Development, tentu mendapat perhatian khusus. Ada sembilan sistem transportasi massal yang dikembangkan di wilayah Jabodetabek. Dari light rail transit (LRT) yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta, LRT Kementerian Perhubungan, LRT Jababeka, mass rapid transit (MRT), kereta api bandara, kereta cepat, automatic people mover system (APMS), commuter line, hingga bus rapid transit (BRT).

Sementara itu, Pengamat Tata Kota, Nirwono Joga mengatakan, kota megapolitan seperti Jakarta sudah selayaknya memperbaiki sistem transportasi massal. “Tata kota dan sistem transportasi yang buruk menjadi faktor penekan yang membuat warga rentan stres,” kata Nirwono dalam Media Gathering Samara Suites di Synthesis Square Jakarta, Kamis (20/10).

Menurut Nirwono, mengutip pernyataan Rahmat Hidayat dari Pusat Kesehatan Mental Masyarakat, Fakultas Psikologi, UGM, memperbaiki tata kota dan transportasi merupakan kunci mencegah stres warga.

Loading...

Ketua Dewan Transportasi Jakarta, Ellen S W Tangkudung dalam acara yang sama menilai, selain mengatasi berbagai masalah tersebut, dampak dari pengembangan transportasi massal adalah mendorong suatu kawasan menjadi lebih bergairah.

Pada kesempatan yang sama, Managing Director Synthesis Square, Julius Warouw menyatakan dukungannya terhadap pengembangan sistem transportasi massal di Jabodetabek.

“Transportasi massal yang baik akan meningkatkan mobilitas masyarakat karena lebih memudahkan semua urusan kita. Tenaga dan waktu juga akan lebih efisien,” ujarnya.

Karena itu, Julius melanjutkan, Synthesis Development mengembangkan sejumlah strategi dan peluang besar dengan membangun proyek Synthesis Square dan Samara Suites di lokasi yang strategis dengan transportasi massal. Integrasi transportasi publik dengan properti dipercaya mampu menjadi pendulum pengembangan wilayah.

“Daya pikat infrastruktur untuk pengembangan properti diharapkan mengubah wajah Jabodetabek menjadi lebih manusiawi,” tandasnya. (Rls/Red-02)

Loading...

Terpopuler