EkonomiMancanegara

Dampak Energi Bersih Bagi Para Pekerja di Australia

NUSANTARANEWS.CO – Setelah beberapa tahun mengalami ketidakpastian politik, pasar energi bersih (energi baru terbarukan/EBT) kini tengah menyambut pertumbuhannya. Pada bulan Juli lalu, Cranfield Projects bekerjasama dengan EcoGeneration memprakarsai Survei Gaji Energi Terbarukan Australia yang pertama.

Dalam kegiatan itu para pekerja di industri energi bersih diundang untuk berpartisipasi dalam riset mereka.

Sekitar 400 orang turut berpartisipasi. Data menunjukkan bagaimana karyawan di Australia dari industri energi terbarukan diberi kompensasi. Survei ini juga dapat membantu mengembangkan pemahaman tentang ekuitas yang telah dibentuk oleh industri yang selalu menciptakan dan mengubah peluang, yang ditangkap dalam komentar para peserta.

Adapun responden penelitian ini antara lain; sepertiga responden dari NSW (34,3%) dan sisanya dari Victoria (30,9%). Sementara dari Australia Barat (10,0%) dan Queensland (16,1%). Sisanya berasal dari Australia Selatan (4,7%), ACT (2.1%), Tasmania (1,3%) dan Northern Territory (0,5%).

Di antara mereka yang menanggapi memiliki pendidikan tersier, 77% telah belajar di Australia, termasuk universitas seperti University of NSW, University of Sydney dan RMIT. Sisanya 23% telah belajar di luar negeri di negara-negara seperti Selandia Baru, Inggris dan Amerika Serikat.

Baca Juga:  Kerahkan Ribuan Kapal Perang, Iran Gelar Parade Militer Laut dan Udara di Teluk Persia

Biro Statistik Australia melaporkan bahwa pada 2015 lalu, industri energi terbarukan melihat penurunan 16% dari tahun ke tahun dalam pekerjaan. Namun, 2016-2017 menunjukkan janji karena investasi dan penerapan yang lebih besar dalam proyek penyimpanan dan proyek berskala besar.

Lebih dari sepertiga peserta berada dalam skala medium sampai skala besar solar PV dan kira-kira kedelapan bekerja di sektor penyimpanan dan off-grid. Beberapa responden yang berkomentar mengenai remunerasi yang sebelumnya menurun di industri ini mengatakan bahwa sekarang meningkat, dibantu oleh meningkatnya permintaan akan keterampilan dalam proyek skala utilitas.

Seorang insinyur asal Australia mengatakan bahwa meskipun prospek stagnan untuk beberapa peran, energi bersih memberikan dampak lain.

“Saya percaya mayoritas orang yang memilih jalan ini, dalam profesiku, melakukannya untuk makna dan terbuka terhadap mengambil pemotongan gaji awal untuk mendukung pertumbuhan industri,” ungkpanya. (*)

Editor: Romandhon

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 3