Connect with us

Kesehatan

Dampak Buruk Sering Memarahi Anak di Depan Umum

Published

on

NUSANTARANEWS.CODampak Buruk Sering Memarahi Anak di Depan Umum. Ayah dan bunda diberkahi dengan buah hati dalam keluarga kecil yang kita miliki adalah anugerah besar yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita. Apalagi, jika keinginan ini sudah kita nantikan sejak dulu, namun baru saat ini Tuhan mendengar doa kita dan mengabulkan mimpi kita menimang buah cinta kita bersama dengan pasangan.

Dengan berjalannya waktu perilaku anak terkadang membuat orangtua marah. Pribadi setiap anak berbeda-beda, ada anak yang akan langsung terdiam dan menyadari kesalahannya ketika dimarahi oleh orangtuanya dihadapan umum. Namun, adapula sebagian diantara anak-anak yang justru malah akan merasa kesal dan benci pada perilaku orangtuanya. Alhasil, bukan menyelesaikan masalah, hal ini malah akan semakin membuat anak melakukan tindakan tersebut dengan lebih parah lagi.

Selain itu, memarahi anak di depan umum dengan melontarkan kata-kata kasar atau bahkan ancaman pada anak saat teman-teman lainnya menyaksikan, akan berpengaruh buruk untuk perkembangan mental dan kejiwaannya. Untuk itulah, meskipun kita sangat kesal terhadap si buah hati sebaiknya hindari meluapkan amarah seketika dihari dan tempat yang bersamaan padanya.

Nah, berikut ini ada beberapa dampak buruk yang akan dialami oleh anak ketika anda memarahinya di depan umum:

1. Hilangnya rasa hormat pada orangtua
Tindakan orangtua memarahi anak-anaknya dihadapan umum akan membuat si anak melahirkan kekesalan dan kebenciannya terhadap orangtua. Hal ini tentu saja, dipengaruhi karena rasa malu pada diri anak yang dikarenakan oleh sikap orangtuanya. Jika anda menganggap hal ini akan dapat mendisiplinkan semua anak, anda keliru. Ingatlah, pribadi dan karakter setiap anak berbeda-beda.

2. Ketakutan anak untuk bersosialisasi
Ketika kita melontarkan kata-kata kasar saat marah, dan mungkin saja kita secara tidak sadar mengungkapkan “Dasar kamu bodoh!”. Apa dampak yang akan dirasakan si anak dari kemarahan anda tersebut? Betul, si anak akan merasa yakin bahwa dirinya adalah orang yang benar-benar bodoh. Memberikan label “bodoh” pada si anak tidak sama sekali mendisiplinkan mereka dan membuat kenakalannya terhenti.

Baca Juga:  Selain Membahagiakan, Memiliki Bayi Juga Menempatkan Orang Tua Baru dalam Kesepian

Justru sebaliknya, hal ini akan membuat situasi semakin buruk. Menghakimi anak dengan berbagai predikat tentu berdampak negatif untuk perkembangan dan pergaulan anak nantinya.

3. Kurangnya rasa percaya pada diri anak
Ketika Ayah dan Bunda mendapati anak berulah dihadapan umum, kita langsung melontarkan kata-kata kasar dan melakukan tindakan fisik pada anak dengan menjewer atau memukulnya, tentu saja ini akan berdampak buruk untuk psikologis anak. Apalagi untuk anak diusia yang sudah lebih besar, tentunya bukan hanya rasa malu yang akan mereka hadapi, namun juga kekesalan akibat amarah orangtua. Hal ini pada akhirnya akan mempengaruhi rasa percaya diri anak di kemudian hari. Tidak ada anak yang suka dimarahi dan dipojokan. Jangankan dihadapan umum, tanpa ada oranglain saja anak-anak tidak akan suka dimarahi oleh orangtuanya.

Meskipun terkadang perilaku anak bisa sangat menyebalkan dan membuat kita kesal. Akan tetapi dengan rasa sabar yang tinggi dan kecintaan kita terhadap anak akan dapat mengalahkan rasa kesal kita pada mereka. Selain itu, terimalah kondisi anak apa adanya, jangan pernah bandingkan mereka dengan orang lain. Karena sebaik-baik anak orang lain, tetap saja yang anda miliki adalah anak anda saat ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. (eriec/dewi mustika)

Loading...

Jurnalis dan editor di Nusantara News, researcher lepas. | life is struggle and like in silence |

Terpopuler