Connect with us

Mancanegara

Citra Satelit Israel: Sistem Rudal Anti-Pesawat S-300 Suriah Siap Tempur

Published

on

ImageSat International (ISI) sebuah citra satelit perusahaan Israel baru-baru ini menunjukkan sistem S-300 Suriah yang dikerahkan di Masyaf dalam kondisi siap tempur. (FOTO: Dok. southfront.org)

ImageSat International (ISI) sebuah citra satelit perusahaan Israel baru-baru ini menunjukkan sistem S-300 Suriah yang dikerahkan di Masyaf dalam kondisi siap tempur. (FOTO: Dok. southfront.org)

NUSANTARANEWS.CO, Israel – ImageSat International (ISI) sebuah citra satelit perusahaan Israel baru-baru ini menunjukkan sistem S-300 Suriah yang dikerahkan di Masyaf dalam kondisi siap tempur.

Kabar tersebut diumumkan pada 19 Februari 2019 lalu, katu setempat, seperti dilaporkan sebuas situs analisis intelijen, South Front. Gambar yang ditunjukkan ISI nampar berbeda dengan gambar yang ditemukan sebelumnya ketika pasukan Suriah berlatih di bawah bimbingan para ahli Rusia.

Dengan tegas pula, ISI menyatakan sistem rudal anti-pesawat S-300 Suriah tersebut secara resmi beroperasi sekarang. Temuan Israel ini pun menunjukkan bahwa Rusia menyelesaikan pelatihan tempurnya untuk pasukan Suriah sebelumnya.

Pada akhir Januari 2019, Kommersant mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia yang mengatakan bahwa kru tempur Suriah tidak dapat mengoperasikan sistem S-300 yang canggih, pelatihan masih silaksanakan oleh para ahli Rusia. Pelatihan baru selesai dalam periode hingga akhir Maret 2019, tulis sumber ini.

Sementara itu, Al-Masdar News (AMN) mengatakan bahwa dengan penemuan ISI itu, berarti bahwa jet-jet tempur Israel akan digunakan untuk melawan pertahanan udara Suriah.

Sejauh ini, Rusia telah menyerahkan tiga sistem S-300 kepada Suriah dan sejumlah peralatan militer lainnya termasuk sistem komando dan kontrol yang canggih.

Sistem ini memainkan peran yang sangat penting, membantu berbagi informasi yang ditargetkan dari kompleks radar jarak jauh yang lebih modern seperti S-300 dengan sistem area deteksi target yang lebih dekat atau kurang modern seperti S-75, S-125, Pantsir-S1.

Sistem tersebut, mengubah sistem udara campuran diskrit Suriah menjadi jaringan pertahanan udara terintegrasi yang kuat dan fleksibel yang menyulitkan Israel untuk mengatasinya. Meski demikian, Mayor Jenderal Uzi Dayan, mantan kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, menyatakan adanya peluang walau dengan keberadaan S-300 disana.

“Israel tidak akan menghancurkan sistem S-300 Suriah jika tidak digunakan melawan Tel Aviv”, kata Jenderal Uzi Dayan, seperti dikutip JakartaGreater, Jumat (22/2).

Sistem pertahanan udara S-300 yang baru ditransfer Rusia kepada Suriah tidak akan mempengaruhi operasi Tel Aviv disini karena mereka bukan ancaman nyata bagi para pejuang Israel, katanya.

Angkatan bersenjata Israel saat ini tidak ada rencana untuk menghancurkan sistem pertahanan udara itu jika mereka tidak terbiasa berurusan dengan Angkatan Udara Israel. “Israel berharap Suriah tidak akan menggunakan sistem pertahanan udara S-300 terhadap pesawat Israel, tapi jika mereka sengaja melakukannya, kami akan mengambil respons yang sesuai”, kata Jenderal Uzi Dayan.

Pernyataan jenderal Israel telah mengejutkan banyak orang karena sebelumnya, baik Perdana Menteri maupun para pejabat senior pertahanan Israel telah berulang kali mengkonfirmasi bahwa mereka akan menghancurkan sistem S-300 Suriah, setelah itu dioperasikan oleh militer Suriah.

Dan itu adalah ketidakpastian dalam klaim dan tindakan Israel yang mencegah Suriah dari berusaha menemukan cara untuk berurusan dengan angkatan udara Tel Aviv.(nn/jg)

Editor: Achmad S.

Terpopuler